Merujuk PP 54/2017, Efisiensi PDAM Kab.Solok Hanya Seorang Pengawas

Arosuka, Bidikkasusnews.com – Komposisi struktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Solok masih kecil jika dibanding di Kota Padang. Karena PDAM Kabupaten Solok hanya sebanyak 15.000 pelanggan dengan satu Direktur selebihnya dilengkapi struktur Kepala Bagian. Kalau Kota Padang dengan 30.000 pelanggan pantas ada Direktur Utama (Dirut) dan didampingi Direktur lain, seperti Direktur Tekhnik, Produksi dan seterusnya. Demikian bincang wartawan ini dengan Direktur PDAM Kabupaten Solok Ardinal, SE, M.Si Rabu, (22/5).
Prihal percakapan ini sehubungan masih dijumpai keluhan masyarakat terhadap sulitnya pasokan air yang mengaliri ke rumah tangganya masing-masing, termasuk perkantoran. Padahal air merupakan kebutuhan dasar dan sumber penghidupan, sudah tidak sepantasnya di Arosuka sebagai pusat pemerintahan terjadi kelangkaan air. Karena bumi Arosuka merupakan tempat bahan bakunya air, sebagai sumber mata air terbesar. Lihatlah, bertangki-tangki air dibawa ke Padang karena di Arosuka (Kayu Aro) banyak terdapat depot air. Perusahaan Airal Aiga, AKA 36 bahkan perusahaan sekelas Aqua Danone, ada di daerah tersebut. Ini menandakan bumi Arosuka merupakan sumber mata air teresar yang berasal dari kaki Gunung Talang.

Direktur PDAM Ardinal juga mengaku heran, kenapa kekrisisan air terjadi terhadap pelanggannya. Namun setelah ia cari tahu bersama anggotanya, ditemukan tumpukan karung pada sumber mata air. Kekecewaan ia selanjutnya adalah ketidaksadaran oknum masyarakat yang melepaskan air begitu saja, dibiarkan saja kran lepas, sementara kegunaannya tidak ada. Sehingga air itu mubazir akibat pembiaran termasuk adanya pipa bocor tanpa sepengetahuan petugas dan tidak dilaporkan masyarakat. “Sekarang air sudah mulai masuk ke perkantoran Arosuka, dan sebahagian masyarakat sudah teraliri. Karena dari empat titik, akan kita pergilirkan. Kalau Pemda dibuka pagi dan sore ditutup, lalu didistribusikan buat masyarakat”,kata Ardinal.
Pihaknya, juga menekankan kepada anggotanya, bahwa keluhan pelanggan segera ditanggapi. “Saya selalu ingatkan anggota saya, bahwa mereka bukanlah ASN, hanya karyawan swasta, dan sumber pemasukan semata-mata hanya lewat rekening air, kalau pemasukan kurang niscaya berpengaruh terhapa pendapatan”,ingatnya.

Kembali soal PDAM Kabupaten Solok yang relatif kecil komposisi strukturnya, yang hanya satu direktur, kenapa ada sampai tiga pengawas, sementara persoalan air seakan ada saja menjadi gunjingan. Artinya sudahlah air krisis, efisiensi pun tidak dilakukan, sehingga terjadilah pemborosan keuangan daerah. Berkenaan tiga Pengawas tersebut juga dibayarkan dengan honorarium yang relatif besar. Menjawab ini, Ardinal pihaknya juga tidak tahu persis, karena sudah ia dapati juga pada sebelum ia masuk, dan Ardinal berada di Solok sekitar satu tahun empat bulan yang hijrah dari Painan. “Tapi pengawas ini umurnya paling lama empat bulan lagi, karena terbatas oleh PP 54 tahun 2017 tentang BUMD. Yaitu sekelas PDAM Kabupaten Solok hanya terdiri seorang pengawas saja”,ujarnya mengakhiri. (charly)

Artikel Terkait

Berita|Sumbar|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami