Pansus Covid-19 DPRD Medan, RS USU Akui Sempat Kewalahan

Medan, bidikkasusnews.com – Setelah resmi ditunjuk sebagai Rumah Sakit pertama yang dapat melakukan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 di Sumatera Utara bulan April 2020 lalu, ternyata Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) mengaku sempat kewalahan dan mengalami penumpukan sampel Covid-19. 

Hal tersebut dingkapkan oleh Direktur Utama, RS USU, Syah Mirsya Warli saat menghadiri rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Medan, tentang pembahasan penanganan pencegahan dan penyebaran Covid-19 di kota Medan, Senin (27/7/2020). 

“Awal pemeriksaan kami memang merasakan berat beban rumah sakit USU dalam menangani Covid-19 ini, karena kebetulan RS. Adam Malik yang ditunjuk sebagai RS pemeriksaan juga belum bisa berfungsi dengan baik pada saat itu. Sedangkan rumah sakit USU, menerima seluruh kabupaten kota di Sumut dan puskesmas di Medan sehingga terjadi penumpukan sampel yang sedemikian banyak,” ungkapnya. 

Sementara itu, kata Mirsya sampel yang sedemikian banyak, tidak diikuti dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang seimbang pula sehingga waktu tunggu hasil pemeriksaan sampel pun cukup lama. Ia mengatakan hingga saat ini RS USU masih terkendala di SDM. 

“Sedangkan SDM di rumah sakit USU hingga saat ini sangat terbatas, sehingga ini menjadi kendala dalam penegakan diagnosis dan kendala dalam pencegahan. Namun seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah beberapa tempat mulai melakukan pemeriksaan, seperti rumah sakit Murni Teguh dan lainnya, sehingga ini bisa meratakan berbagai permintaan. Sehingga di rumah sakit USU bisa berkurang permintaan, berkurang dalam artian bahwa penimpukan sampel tidak begitu besar lagi dan waktu tunggunya tidak lama,” ungkapnya. 

Ia mengungkapkan jika terjadi penumpukan sampel, para petugas kesehatan harus bekerja ekstra bahkan kerap kali tidak libur dikarenakan SDM yang masih terbatas tersebut. 

“Selain melakukan pemeriksaan, kita ada merawat pasien Covid-19 walau tidak dalam jumlah yang besar, karena kita lebih fokus pada pemeriksaan penunjang. Kendala yang ada di kami sampai saat ini ya SDM, cuma enam orang analisnya kalau ada yang bisa membantu sangat baik. Maksimal sampel yang dikeluarkan itu 400 perhari dan itu kerjanya habis-habisan, tidak mengenal libur, tapi seiring dengan pertambahan jumlah tadi, kita keluarkan sekarang 200 sampel per hari dengan waktu tunggu satu hingga tiga hari,” katanya. Dalam rapat tersebut, Mirsya juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat RS USU juga akan melakukan swab tes massal dengan menggunakan sistem Drive Thru.
(Ayu)

Artikel Terkait

Medan|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami