Aceh Singkil, bidikkasusnews.com - DPRK Aceh Singkil dalam pantauan khususn di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menemukan sampah medis (obat) yang menumpuk di ruangan laundry rumah sakit umum daerah. Sehingga memicu timbulnya bibit penyakit. Anggota Pansus tersebut terdiri dari Frida Siska, Juliadi, Sadri Lingga, Taufik dan Ramli Boga.
tumpukan medis itu, kata Siska, baru diketahui saat kegiatan Pansus ini dilakukan, permasalahan ini belum pernah dibicarakan, apa kendala, dan apa izinnya?, dan sepertinya permasalahan ini sudah berlarut-larut akibat ruang alat pembakaran limbah RSUD belum pernah dipungsikan sama sekali.
"tumpukan medis itu agar secepatnya dimusnahkan, jangan dibiarkan , karena limbah itu dapat memicu penyakit baru," tegas Siska.
Kemudian, kata Siska, obat-obatan yang sudah kadaluarsa sejak 2012 dan 2016 masih menumpuk di ruangan medis yang seharusnya sudah dimusnahkan.
"Jumlah petugas RSUD Singkil yang terdiri dari 561 orang, dalam merawat pasien rata-rata 50 orang kedepannya harus lebih baik lagi" kata siska”
Sekertaris RSUD Edi Sutrisno mengatakan ketika dikonformasi,mengenai limbah medis yang sudah menumpuk dan belum dimusnahkan, pihaknya harus terlebih dulu menyiapkan izin amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup sebelum pemusnahan. Karena masih ada lagi anggaran yang akan dikucurkan diantaranya dokter spesialis dan perlalatan medis
Tim Pansus dibagi dua wilayah kerja , Pansus I memantau Wilayah Kecamatan Singkil Utara, Singkil, Kuala Baru, Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat. dan Pansus II memantau Kecamatan Gunung Meriah, Simpang Kanan, Suro, Danau Paris, Singkohor dan Kutabaharu.Sebelumnya rapat kerja Banmus DPRK menetapkan jadwal kerja Pansus selama sepekan mulai 12 sampai 19 April 2017. (Rahmat)

Komentar