Apa yang Salah Dengan pendidikan kita? (Catatan Jelang HGN)

Hampir tiap hari kita disuguhi contoh contoh yang menyedihkan, melalui film, media sosial, dan dalam kehidupan nyata. secara bebas mempertontonkan perilaku sadisme, mutilasi, kekerasan, kejahatan, narkoba,korupsi.

Tidak hanya pada kalangan akar rumput (grass roots), pejabat, artis, akademisi sekalipun terkadang menjadi pelakunya. contoh Kasus korupsi E-KTP, ketua DPR RI, kasus narkoba Ketua DPRD PADANG LAWAS. kasus korupsi Bupati Nganjuk. mereka semua adalah orang terdidik.

Kita juga mendengar, melihat dan menyaksikan, betapa keberpihakan pada kebenaran semakon ditinggalakan. baru baru ini kasus perebutan lahan antara warga kecamatan Huristak dengan PT SSL. menyaksikan pemuda, pelajar dan Mahasiswa yang diharapkan menjadi tulang punggung bangsa telah terlibat dengan Porno, narkoba, geng motor dan perjuadian.

Contoh tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan kita, kualitas sumber daya manusia kita. yang mana muaranya adalah pendidikan kita. ini menunjukkan betapa rendah dan rapuhnya fondasi moral spritual kehidupan bangsa kita, sehingga telah melemparkan moralitas bangsa pada titik terendah, yang mengesankan manusia indoneaia hidup dengan hukum rimba pada hitan belantara kota.

Tampak jelas bahwa negara kita ini telah berubah menjadi negara dagelan, meminjam istilah Dosen UMSU ( Shohibull Ashor siregar ) NEGARA DANGA DANGA. republik sandiwara, yang dipimpin oleh para pejabat negara yang seperti tanpa beban. seakan tidak berdosa membiarkan anak anak tanpa kepala sekolah. selama berbulan bulan. bangga menjadi terdakwa korupsi. justeru melambai tangan berbaju ORANGE. kolusi, NEPOTISME (KKN)

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belum tumbuh budaya mutu, budaya malu, budaya kerja. baik dikalangan pemimpin maupun masyarakat. baru baru ini seorang jurnalis memposting di akun facebook nya tentang PNS yang asik main domino do jam kerja.

Sehingga sulit untuk mencari tokoh atau figur ang bisa diteladani. teriak Takbir dicap Teroris. rajin Kemesjid dicap teroris. membela Agama dicap radikal. intoleran. bahkan diancam dan di intimidasi. ini merupakan bukti terjadi pergesaran nilai nilai menuju kehancuran, atau pembentukan nilai baru atas dasar PRAGMATISME, MATERIALISME, HEDONISME, SEKULERISME, BAHKAN KOMUNISME.

Belum lagi kita lihat nasib para GUru Honorer, yang tak kunjung ada sinar terang, bahkan dengan bangga mereka menutup pintu pintu kesejahteraan bagi para guru guru ini. insentif di paksa dengan prasyarat 24 jam, padahal sekolah tempat mereka mengajar hanya tiga Rombel. dipaksa harus dengan SK BUPATI. untuk mengambilnya harus rela tidak menerima gaji selama 3 bulan.

Kondisi dan kenyataan tersebut. telah menimbulkan berbagai pertanyaan di berbagai pihak. baik dikalangan masyarakat awam, maupun dikalangan para ahli pendidikan dan para guru. "apa yang salah dengan dunia pendidikan kita" kenapa belum berhasil mengembangkan manusia indonesia sejak 73 tahun lalu. ssbagaimana diamanatkan dalam pancasila, UUD 1945 Dan Undang undang sistem pendidikan nasional.

Sehubungan dengan kondisi ini, seharusnya pendidikan dan teknologi di dayagunakan untuk mempengaruhi pola, dan sikap serta gaya hidup masyarakat, dengan harapan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. yang terpenting adalah mengatasi berbagai ketimpangan sosial.

Inilah seharusnya yang menjadi buah pikiran para kepala dinas. kita menunggu gebrakan baru kepala dinas dalam dunia pendidikan bukan hanya menumpang nama saja jelang pensiun. ini juga seharusnya menjadi inisiatif dan buah pikir ketua PGRI jangan menjadikan PGRI sebagai organisasi KAPAL SELAM. hari ulang tahun baru muncul kepermukaaan?

Andaikan pendidikan menjadi misi utama PEMDA maka kesejahteraan akan mengiring dibelakangnnya. mari berkaca pada KONSTANTINOVEL. DINASTY ABBASYAH. FINLANDIA SAAT INI. RUSIA, USA, SINGAPOER. 
 ( Opini TULISAN AL UST TAUFIK AKBAR HASIBUAN.Spd.i )

SELAMAT HARI GURU
GURU BUKAN ORANG HEBAT
DARI TANGAN GURU LAHIR RIBUAN ORANG HEBAT

Artikel Terkait

Berita|Daerah|pendidikan|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya





VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami