LABUHANBATU UTARA, bidikkasusnews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar demonstrasi damai di depan gedung DPRD Labura. Aksi ini, meskipun disebut damai, berlangsung dalam suasana tegang yang mencerminkan seriusnya tuntutan yang mereka bawa. Rabu, (3/9/2025).
Untuk mengantisipasi potensi konflik, aparat gabungan TNI dan Polri bersiaga penuh di bawah pimpinan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Choky Sentosa Meliala. Hampir mencapai ratusan personel, dilengkapi dua unit kendaraan water cannon, telah menunggu kedatangan mahasiswa. Beruntungnya, tidak ada insiden yang terjadi hingga aksi berakhir.
Aksi ini menjadi panggung bagi para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui sebuah "Pernyataan Sikap/Statemen". Dokumen yang ditandatangani oleh Andre Ginting dan Rendi, selaku koordinator lapangan dan koordinator aksi, berisi sembilan tuntutan yang mencakup berbagai isu penting, mulai dari tingkat nasional hingga lokal. Tuntutan-tuntutan tersebut antara lain:
1. Mencopot Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara.
2. Mengusut tuntas kasus kematian Afan Kurniawan.
3. Menolak kenaikan gaji, tunjangan, dan fasilitas anggota DPRD Labura.
4. Menolak tunjangan DPR.
5. Mengesahkan RUU Perampasan Aset.
6. Kenaikan gaji guru dan dosen.
7. Mengusut tuntas peredaran narkoba di Labura.
8. Mengusut tuntas praktik tambang galian C ilegal.
9. Transparansi pengelolaan Labura selama 17 tahun pemekaran.
Ketua DPRD Labura, Rimba Bertuah Sitorus, S.E., M.M., didampingi wakil dan beberapa anggota, menyambut para demonstran. Ia menegaskan bahwa DPRD tidak alergi terhadap kritik dan aspirasi dari masyarakat, bahkan telah menanti kehadiran mahasiswa.
"DPRD Labura tidak alergi kepada mahasiswa dan masyarakat, serta demonstrasi. Ini sudah beberapa hari ini kita tunggu di Labura," ujar Rimba Bertuah Sitorus.
Puncak dari aksi ini adalah dua momen yang tidak biasa. Setelah menyampaikan tuntutan, para mahasiswa melaksanakan salat gaib di Musollah DPRD Labura. Selanjutnya, Andre Ginting dan Rendi mengajak para anggota DPRD yang hadir untuk berswafoto bersama.
Pemandangan ini menjadi simbol kuat bahwa komunikasi dan kolaborasi dapat terjalin, meskipun realisasi dari tuntutan yang mereka bawa masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu jawaban.
(Ricki Chan)




Komentar