Toba, bidikkasusnews.com - Bendungan Aek Nabara yang di Desa Simare Kecamatan Borbor merupakan sumber air untuk Irigasi Sidulang,Aek Nabara dan air terjun Pandumaan yang masih aktif mengairi ribuan hektar persawahan yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Toba.
Menurut penjelasan Sahala Pasaribu penduduk Desa Haunatas I,saluran irigasi Aek Nabara ini sewaktu kabupaten Toba belum dimekarkan dari Taput sudah diserahkan kepada kementerian PU pada waktu itu,kalau tidak salah pada tahun 1972 sebutnya.
Namun akhir akhir ini saluran irigasi Aek Nabara tidak difungsikan karena jalurnya sudah ditumbuhi semak belukar bahkan pohon pohon besarpun tumbuh di jalur irigasi itu,tuturnya.
Dari bendungan Aek Nabara hingga ke Desa Haunatas 1 panjangnya kurang lebih 13 Km dan dulu diharapkan dapat mengairi persawahan yang ada di Desa Haunatas I,Haunatas II,Desa Lumban Gorat,Desa Sibarani,Desa Sibuea dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Laguboti,terangnya
Dulu,planningnya.Selain untuk mengairi sawah air dari saluran Aek Nabara ini diperuntukkan untuk kebutuhan kebersihan kota Laguboti,bahkan sampai saat ini diperuntukkan juga untuk kebutuhan air minum masyarakat juga,ujarnya lagi dan diaminkan oleh Kepala Desa Haunatas I,Mukhtar Lubis dikantor Desa Haunatas I,Kamis 26-03-2026.
Kades Haunatas I didampingi Sahala Pasaribu berharap Pemkab Toba dapat menormalisasi kembali saluran irigasi Aek Nabara,sebab sebagian besar sawah sawah di sejumlah desa di kecamatan Laguboti berubah menjadi sawah tadah hujan,imbuh mereka.
Selain hal tersebut,banyak masyarakat di Desa Desa yang dialiri oleh irigasi Aek Nabara berharap sektor Simare jangan lagi ditanami eukaliptus untuk menjaga kebutuhan sumber air untuk masyarakat banyak,tutupnya.
(Mansur pardede)




Komentar