Atasi Abu dan Jalan Rusak di Pematang Cengal, DPRD Langkat Janjikan 1 Km Aspal, EMP Gebang Bantu 200 Truk Sertu

Langkat, bidikkasusnews.com - Aksi demonstrasi warga Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang menuntut perbaikan dan pengaspalan jalan akhirnya mendapat titik terang, Jumat (7/8/2026).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Langkat, disepakati pembangunan jalan melalui pengaspalan hotmix sepanjang 1 kilometer pada tahun ini. Sementara itu, EMP Gebang Limited menyatakan kesiapannya membantu penanganan kondisi jalan dan mengurangi dampak debu akibat aktivitas kendaraan proyek maupun milik masyarakat.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan jalan rusak sekaligus memperlancar mobilisasi kegiatan migas di wilayah Desa Bubun dan sekitarnya.

Permintaan pengaspalan jalan Pematang Cengal sebelumnya telah disampaikan masyarakat sejak 2025. Namun, pada tahun lalu, pengaspalan baru terealisasi sekitar 500 meter dari total ruas jalan yang belum diaspal sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.

RDP berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Langkat dan dipimpin langsung Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin, SE, didampingi Wakil Pimpinan DPRD Langkat H. Ajai Ismail.

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Langkat Muhammad Rio, serta anggota Komisi IV H. Rahmanuddin Rangkuti, SH, MKn, Jul’Aidi Syam, ST, dan Muhammad Ilwa Herija, SH.

Dari unsur Pemerintah Kabupaten Langkat hadir Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Langkat Arie Ramadhany, S.IP., M.SP. Sementara dari pihak EMP Gebang Limited hadir Field Coordinator Ronny Lilipaly bersama rombongan.

Rapat tersebut juga dihadiri Kabag Ops Polres Langkat Kompol Firman Imanuel Perangin-angin, Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditya, S.STP., M.AP., Kepala Desa Pematang Cengal Arusman, serta sejumlah perwakilan masyarakat.

Anggaran Terbatas, DPRD Minta Porsi Pengaspalan Ditambah Dalam RDP, sempat terjadi perdebatan mengenai keterbatasan anggaran pembangunan jalan. Pihak Dinas PUPR Langkat menjelaskan bahwa dengan kondisi anggaran saat ini, pembangunan hotmix yang dapat ditampung minimal sepanjang 500 meter.

Namun, usulan tersebut dinilai masih jauh dari harapan masyarakat yang menginginkan ruas jalan tersebut segera diperbaiki secara menyeluruh.

Plt Kepala Dinas PUPR Langkat menjelaskan, keterbatasan anggaran berkaitan dengan kebijakan efisiensi. Selain itu, terdapat kekhawatiran jalan yang telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan akibat dilintasi kendaraan berat untuk kegiatan operasional migas.

Menurutnya, kendaraan dengan muatan berat berpotensi memberikan beban melebihi kelas jalan. Karena itu, pembangunan jalan direncanakan dilakukan secara bertahap.

Mendengar penjelasan tersebut, Wakil Pimpinan DPRD Langkat H. Ajai Ismail bersama Ketua Komisi IV meminta agar porsi pengaspalan dapat ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Persoalan kerusakan jalan akibat kendaraan berat, menurut mereka, dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk EMP Gebang Limited.

DPRD Janjikan 1 Kilometer Aspal

Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin kemudian menegaskan bahwa RDP tersebut harus menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat Pematang Cengal.

Ia menyatakan akan mengalokasikan pokok-pokok pikiran (pokir) untuk mendukung pembangunan jalan di Desa Pematang Cengal.

“Di sini kita membahas bagaimana jalan tersebut bisa diaspal. Untuk membantu masyarakat, pokir saya saya berikan ke Pematang Cengal. Jadi, di Desa Pematang Cengal tahun ini dibangun 1 kilometer aspal,” tegas Sribana.

Ia juga meminta dukungan EMP Gebang Limited agar pada tahun berikutnya dapat membantu pemerintah daerah dalam penanganan dan pengaspalan jalan, khususnya ruas jalan desa yang dilintasi kendaraan dalam kegiatan operasional migas.

EMP Gebang Siapkan 200 Truk Sertu

Menanggapi keluhan masyarakat terkait debu, Field Coordinator EMP Gebang Limited Ronny Lilipaly mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak aktivitas kendaraan proyek.

“Untuk mengatasi abu, kami sudah memerintahkan penyiraman jalan tiga kali sehari,” ujar Ronny.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengganti kontraktor penyiraman jalan karena dinilai tidak menjalankan kesepakatan dan aturan yang telah ditetapkan.

Selain penanganan debu, EMP Gebang Limited menyatakan akan membantu material untuk memperlancar akses transportasi masyarakat.

“Kami sepakati untuk memperlancar transportasi lalu lintas akan membantu 200 trek sertu,” kata Ronny.

Terkait permintaan pengaspalan dari Pemerintah Kabupaten Langkat, Ronny menjelaskan bahwa keputusan tersebut tetap harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan perusahaan.

“Kami punya atasan. Jadi, permohonan dari Pemerintah Kabupaten Langkat ini, jika kami diizinkan untuk mengaspal, maka jalan itu kami aspal,” ujarnya.

Warga Minta Kesepakatan Direalisasikan

Sementara itu, sejumlah perwakilan masyarakat menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan jalan di Pematang Cengal masih cukup panjang. Dari total ruas jalan yang belum tersentuh pengaspalan, masyarakat memperkirakan masih terdapat sekitar 3 kilometer yang membutuhkan perbaikan.

Warga berharap kesepakatan yang dihasilkan dalam RDP tidak berhenti sebatas janji, tetapi segera direalisasikan di lapangan.

Dengan adanya komitmen DPRD Langkat untuk membangun 1 kilometer jalan serta bantuan EMP Gebang berupa 200 truk sertu dan penyiraman jalan secara rutin, masyarakat berharap persoalan jalan rusak, debu, dan terganggunya aktivitas transportasi dapat segera teratasi.

Kesepakatan tersebut juga diharapkan menjadi solusi agar aktivitas masyarakat maupun mobilisasi kegiatan migas di wilayah Pematang Cengal dan Desa Bubun dapat berjalan aman, lancar, dan tidak lagi menimbulkan keresahan warga.

(Dariono)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya




VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami