Pertemuan Dan Diskusi Publik Punguan Keluarga Besar Manihuruk Sekabupaten Samosir Dengan Bakal Calon Bupati Lasma TNI (Purn) Marhuale Simbolon SPi

Samosir, bidikkasusnews.com - Bertempat di Aula AE. Manihuruk Sabtu, 02-02-2020 dilaksanakan Pertemuan dan Diskusi Punguan Keluarga Besar Manihuruk Sekabupaten Samosir dengan bakal calon Bupati Laksma TNI (Purna) Mahuale Simbolon SPi, pertemuan yang di inisiasi oleh bapak Agus Manihuruk (A. Pero) bersama Judin Manihuruk (A. Hotlen) dan beberapa tokoh tokoh dari keluarga Manihuruk sebagaimana yang diketahui bahwa Agus Manihuruk adalah Ketua Pelaksana Harian Punguan Manihuruk Se Indonesia, melalui pertemuan ini diadakan diskusi dalam bentuk tanya jawab antara masyarakat yang hadir yang berasal dari keluarga Manihuruk (anak, boru, bere dohot ibebere) dan beberapa Pengurus dan Penasehat Keluarga Sihaloho Sibabaraja yang ada di kabupaten Samosir.

Acara yang di buka oleh pembawa acara bapak Judin Manihuruk dan dilanjutkan dengan doa pembuka yang di bawakan oleh Saut Manihuruk (A. Sella). Kata sambutan yang pertama di sampaikan oleh Ketua Pelaksana Harian Punguan Manihuruk Se Indonesia Agus Manihuruk yang mengajak seluruh keluarga besar Manihuruk untuk mau bergandeng tangan dalam mendukung/memilih bapak Marhuale Simbolon jika kelak beliau sudah ditetapkan menjadi calon bupati samosir oleh KPU.

Agus Manihuruk dengan penuh keyakinan menyampaikan kepada seluruh keluarga besar Manihuruk yang ada di kabuparen Samosir bahwa beliau sudah menerima amanah dari Ketua Umum Punguan Manihuruk Se Indonesia yang adalah putra dari bapak AE. Manihuruk (almarhum)  yang adalah Pahlawan/Tokoh yang sangat terkenal.
Amanah untuk menyampaikan kepada seluruh keluarga besar Manihuruk, boru, bere dohot ibebere se Kabupaten Samosir agar tidak tepecah pecah, melainkan bisa utuh untuk memberi dukungan dan pilihan kepada sosok yang mereka anggap akan mampuh merealisasikan permohonan mereka yang sampai saat ini tidak terealisasikan yakni untuk menjadikan jalan yang kini sudah menjadi jalan nasional, ruas dari Simpang empat Pangururan sampai ke simpang tiga ke kawasan perkantoran Parbaba, mereka telah menyampaikan permohonan ini sejak lama kepada pemerinah kabupaen samosir sejak periode pertama pemerintahan sampai periode yang ada saat ini (ke tiga) agar nama jalan tersebut diberi nama jalan AE. Manihuruk dan masih banyak yang lain. Dijelaskan pula bahwa Agus Manihuruk sebagai seorang Pengusaha dari keluarga besar Manihuruk sangat berniat untuk datang dan berinvestasi ke tanah leluhurnya samosir namun Agus masih belum melihat adanya iklim investasi yang sehat, beliau mendengarkan banyak informasi yang menceritakan bahwa birokrasi pemerintahan yang belum baik di samosir.

Namun disampaikan oleh beliau bahwa dia sangat tertarik terhadap sosok Marhuale Simbolon, dan ada keyakinan jika kelak Marhuale bisa menjadi bupati samosir maka birokrasi pemerintahan akan sangat baik dan saya memestikan bahwa saya akan berani menanam investasi saya ke samosir dalam bentuk  membangun usaha yang saat ini terus saya jajaki.

Dalam diskusi yang berawal dari Visi/Misi yang disampaikan oleh bakal calon bupati samosir "Mensejahterakan Masyarakat Samosir Yang Berbasis Pertanian Dan Parawisata"
Ada beberapa hal yang dintanyakan oleh para yang hadir diantaranya :
- Keresahan masyarakat petani yang saat ini terjadi karena kesulitan mereka dalam mendapatkan pupuk
- Keresahan patani karena begitu seringnya mereka menerima bantuan bibit, khususnya bibit jagung yang ternyata bibit tersebut sangat jelek sehingga hasilnya sangat buruk bahkan sering kami tidak mendapatkan hasil sama sekali sehingga kami sangat dirugikan.

Dimana kami petani yang sudah susah malah kami tambah susah.

Marhuale Simbolon mengatakan bahwa kondisi ini hampir merata disetiap desa yang telah dikunjunginya, hampir delapan puluh desa dari 128 desa yang ada dikabupaten samosir telah dikunjungi beliau selama dua tahun terakhir ini.
Disampaikan oleh beliau bahwa beliau bersama bebapa kelompok tani yang dibinanya saat ini telah melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah pupuk yang dikeluhkan masyarakat, beliau telah memberangkatkan salah seorang pengurus/anggota kelompok tani untuk belajar di BPTP (Balai Pengkajian Theknologi Pertanian di Ibukota Provinsi Sumatera Utara Medan, untuk mempelajari bermacam hal yang baik untuk pertanian diantaranya : mempelajari Jenis tanah yang ada di pulo samosir, kondisi tanah yang ada saat ini dan belajar untuk bagaimana membuat pupuk kompos (non organic) dan ternyata memang kelompok tani Lemon di huta sitonggi tonggi desa Lintongnihuta saat ini telah berhasil memproduksi popuk kompos dengan kwalitas yang baik.

Diakhir pertemuan Marhuale menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan berupa dukungan dan doa yang telah diberikan oleh keluarga besar Manihuruk Se Indonesia secara khusus punguan Mahihuruk se kabupaten Samosir.

Dan beliau telah berjanji untuk benar benar menjalankan apa yang menjadi Visi/Misinya.
(Bastian Simbolon)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami