Masyarakat Desa Dolok Raja Kecamatan Harian Kab. Somosir Menyatakan Bahwa Pelaksanaan Dana Desa Selama Ini Tidak Tepat Sasaran Dan Berharap Pihak Berwenang Untuk Melakukan Pemeriksaan

Samosir, bidikkasusnews.com - Saat awak media bidikkasusnews.com melaksanakan liputan di desa Dolok Raja Kecamatan Harian Selasa, 24-03-2020 beberapa warga menghampiri dan menanyakan identias dan tujuan.
Patiur Sihotang (A. Chandra) "Dari mana, mau kemana ?
Media : saya dari Panguruan pak, mau keliling desa Dolok Raja ini pak!
Bosmen Gultom (A.  Bostri) : Bapak siapa dan apa tujuannya?
Media : saya Bastian Simbolon dari bidikkasusnews.com, saya sengaja datang untuk melaksanakan liputan atas pelaksanaan pekerjaan di desa Dolok Raja ini.
Media : jika bapak bapak bisa membantu, menunjukkan pekerjaan pekerjaan tersebut, mohon di bantu untuk mendampingi saya !
Beresman Simanjuntak (A. Alex)  : apakah bapak bila kami dampingi, bapak akan benar benar mau menaikkan beritanya di media bapak atau bapak akan seperti wartawan wartawan yang sudah perna datang kedesa kami namun tidak satupun dari mereka yang perna memberitakan tentang pekerjaan pekerjaan desa kami yang menurut kami sebahagian besar tidak tepat sasaran dan banyak pelaksanaannya yang tidak beres.
Media : terserah pada bapak bapak, jika bersedia mendampingi saya dan jika bersedia menunjukkan kejanggalan kejanggalan atas pekerjaan di desa terima kasih, namun jika pun bapak bapak tidak bersedia maka saya akan tetap menjalankan rencana saya hari ini dan saya akan tetap membuat berita atas apa yang akan saya temukan dilapangan nanti.

Akhirnya media dengan di dampingi masyarakat menuju ke beberapa titik pekerjaan  desa dan melakukan liputan,
Pertama : Pekerjaan Dip/TPT (Tembok Penahan Tanah) dimana sangat banyak kejanggalan yang di dapati di lapangan, diantaranya adanya TPT yang di tempatkan tidak pada posisi yang sepatutnya karena dibuat di tempat yang tidak penting, sementara di lokasih yang penting harus di pasang Dip/TPT ternyata tidak di pasang. Pada pemasangan Dip/TPT terlihat asal dikerjakan karena ada beberapa pohon yang langsung menempel pada Dip tersebut dan terbukti bahwa saat media melihat langsung bahwa Dip tersebut sudah pada retak.

Dilokasi pembuatan Dip/TPT tersebut juga terdapat saluran yang sudah tersumbat akibat tertimbun material sisa dari pembuatan Dip tersebut dan saat ini saluran tersebut sudah tidak di aliri air lagi, sementara menurut keteranagan warga bahwa sebelumnya saluran tersebut selalu dialirin air.
Hasil pantauan media melihat hal ini dan meminta keterangan dari warga mengapa hal seperti ini bisa terjadi?
Masyarakat menjelaskan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  tidak memiliki peran yang maksimal di desa mereka, BPD selaku pelaksana Musrembang Desa tidak perna mengundang masyarakat yang pada pemilihan kepala desa yang lalu tidak memilih kepala desa saat ini, sehingga jika kami memaksa untuk hadir dalam musrembang desa maka kami akan dianggap tamu tidak di undang.
Sehingga pada saat musrembang kesepakatan untuk memprioritaskan yang paling penting dan tepat itu tidak dilaksanakan, hanya kepentingan kepala desa dan pendukungnya saja.

Kedua : Pekerjaan Dip/TPT (Tembok Penahan Tanah) yang mana juga di kerjakan tidak tepat penempatannya dan cederung berubah fungsi, yang semestinya untuk menahan tanah kini cendrung menjadi kandang atas kebun warga, yang menurut mereka bahwa yang punya kebun tersebut adalah orang yang menjadi pendukung yang memenangkan kepala desa untuk terpilih kembali menjadi kepala desa untuk periode ke tiga yaitu tahun 2020-2026 yakni atas nama Kartini boru Sihotang.
Selanjutnya media didampingi warga juga melihat adanya pekerjaan rabat yang menurut keterangan mereka adalah pekerjan yang tumpang tindih karena menurut masyarakat jalan tersebut sebenarnya kondisinya belum begitu rusak dan baru di bangun tahun 2017 lalu kenapa sudah harus ditimpah lagi, dirabat lagi tahun 2019 lalu sementara masih ada yang lebih pantas lagi untuk ditangani.

Masyarakat juga menyampaikan bahwa pada saat pekerjaan rabat tahun lalu (2019) itu pengerjaannya sangat buruk dan menggunakan material batu peca yang tidak standart sebagai mana yang biasa di gunakan dalam pekerjaan rabat selama ini yang mereka ketahui.

Masih ada pekerjaan lain yang lebih menyalahi yang di beritahukan oleh masyarakat yaitu pekerjaan pembuatan bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK), dijelaskan oleh mereka bahwa pembangunan MCK tersebut sarat masalah, mulai dari pekerjaan yang diduga di markup, juga pembangnannya tidak dilokasi yang semestinya karena pada kenyataannya MCK tersebut di bangun persis di samping rumah kepala desa yang mana tidak ada rumah masyarakat lain disekitarnya. Sangat jelas bahwa pembangunan MCK tersebut hanya untuk kebutuhan kepala desa semata.

Dikesempatan terakhir masyarakat sangat berharap agar berita ini bisa naik di media agar masyarakat luas dan aparat hukum dan pihak pihak yang berwenang dapat mengetahui hal tersebut dan kiranya agar pihak kepala desa dan perangkatnya juga BPD agar segera di periksa dan dimintai pertanggung jawaban.

Saat media mencoba mengconfirmasi kepala desa melalui telepon seluler, sampai berita ini diturunkan, kepala desa Dolok Raja tidak bersedia di hubungi. (Bastian Simbolon)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami