Beberapa Insan Perss dan Tokoh Masyarakat Sambangi kantor PT.PLN ULP Aek kanopan terkait Pemadaman arus Listrik


Labura, Bidikkasusnews.com - Ummat Muslim Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini dituntut lebih extra sabar. Pasalnya saat berbuka puasa pada Minggu (3/4/2022) pukul 18.30 Wib arus listrik milik PT.PLN padam, anehnya setelah usai berbuka puasa dan sholat magrib arus listrik kembali menyala.

Saat sholat isa traweh lampu kembali padam pemadaman terjadi di area Desa Damuli, Gunung melayu, Sonomartani, Sialang taji, Tanjung pasir Kecamatan Kualuh selatan.

Terkait pemadaman arus listrik tersebut beberapa Insan perss dari berbagai Media dan tokoh masyarakat menyambangi kantor PT. PLN ULP Aek kanopan diantaranya media MitraTV M Idris, Warta jember Karman Sitorus, Bidikkasusnews Muhammad yusup harahap dan tokoh masyarakat pendiri lembaga Insan karya seni Labura asahan (IKSELA) Purnomo.

M Idris mengatakan arus listrik milik PT.PLN teramat pintar, sehingga waktu padamnya ada aturan. Karena terjadinya pemadam tersebut sehingga M Idris dan rekan-rekannya menyambangi kantor PT. PLN, untuk melakukan konfirmasi apa penyebabnya.


"Arus listrik PLN pintar kali ya, karena waktu matinya kok bisa ada aturannya, kami datang kemari untuk konfirmasi ke pihak meneger, apa penyebabnya kok lampu dua hari ini saat magrib sedang berbuka puasa lampu mati. Karena masyarakat Labura sangat resah." Jelas M Idris kabiro media MitraTV.

Terkait pemadaman arus listrik Manager PT.PLN ULP Aek Kanopan Panji didampingi jajarannya saat dikonfirmasi, menjelaskan hal itu terjadi karena adanya gangguan berupa gesekan dedaunan dan pepohonan milik masyarakat yang menggangu sistem jaringan.Senin (4/4/2022).

"Memang ada petugas khusus yang menangani itu tapi banyaknya kendala seperti masyarakat keberatan pohon sawitnya dan terkena tumbang agar tidak menggangu dan meminta ganti rugi." Ucap Panji.

Panji menambahkan perlunya di lakukan koordinasi dan sosialisasi dengan masyarakat, namun apabila ada lembaga masyarakat pemerhati PLN ingin melakukan sosialisasi terkait program PT.PLN harus  ada persetujuan dari meneger PLN.

"Hal ini tentunya harus berkordinasi dengan berbagai pihak terkait dan sosialisasi dengan masyarakat, cuma sayang masyarakat berbagai elemen tidak boleh ikut berpartisipasi mengadakan sosialisasi program PLN sebelum ada jawaban tertulis dari meneger Aek kanopan." Tambah Panji menegaskan.


Salah seorang tokoh pendiri Insan karya seni labura asahan BH 0014698.AH.01.07.tahun 2021, Purnomo yang saat dikonfirmasi menyayangkan peraturan  seperti itu, jika masyarakat Ormas dan lain-lain ingin berpartisipasi dan mengedukasi anggotanya harus ada ijin tertulis dari PT.PLN. 

"Coba dipikir pakai logika, ormas dan masyarakat ingin mendapat edukasi tentang listrik maka panitia mengundang masyrakat luas, muspika muspida TNI Polri mengadakan sosialisasi dan menghadirkan nara sumber harus menunggu jawaban dari nara sumber tersebut boleh atau tidak. Ini tidak masuk akal, lihat TNI Polri setiap masyarakat mengadakan kegiatan jika diundang pasti datang.

Apalagi diminta untuk menjadi narasumber pasti berkenan, tidak harus menunggu jawaban baru masyarakat boleh mengadakan kegiatan sosialisasi. Kalau semua nara sumber harus ditanya bisa atau tidak kapan masyarakat dan ormas sosialisasi maka tidak akan terjadi sebab semua nara sumber pasti memiliki waktu yang berbeda beda.

kanca PLN Rantau prapat melalui humas mengatakan sangat berterimakasi sekali jika masyarakat pemuda ormas dan lain-lain mengadakan sosialisasi tentang PLN , artinya masyarakat peduli. dan sangat menyayangkan jika meneger ULP Aek kanopan berkata demikian." Tegas Purnomo.

(Muhammad yusup harahap)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami