WARGA BELAWAN DESAK KETEGASAN APH, DALAM KURUN WAKTU 3 BULAN SUDAH 3 NYAWA MELAYANG

Belawan, bidikkasusnews.com – Peristiwa penembakan tragis kembali mengguncang kawasan Belawan. Seorang warga bernama Fikra Muhammad Hakim dilaporkan menjadi korban penembakan menggunakan senapan angin dan serangan anak panah oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami dua luka tembak senapan angin di bagian kepala sebelah kiri depan. Selain itu, korban juga menderita tiga luka akibat anak panah, masing-masing di ketiak kiri, pinggang kiri, dan paha kiri. Tidak hanya itu, pada tubuh korban juga ditemukan beberapa luka robek pada bagian tangan, siku, dan lutut, yang diduga akibat benturan saat kejadian berlangsung.

Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS PHC Belawan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun karena kondisi luka yang cukup serius, pihak rumah sakit kemudian merujuk korban ke RSUP H. Adam Malik Medan untuk penanganan lebih lanjut.

Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. Sekitar pukul 17.00 WIB, diperoleh informasi bahwa Fikra Muhammad Hakim dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Setelah itu, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sepat, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

Peristiwa ini memicu keprihatinan sekaligus kemarahan dari sejumlah tokoh masyarakat. Rudi Simorangkir, yang akrab disapa Opung, menyampaikan kritik keras terhadap situasi keamanan di wilayah Belawan.

Menurutnya, dalam waktu sekitar tiga bulan sejak Kapolres Pelabuhan Belawan menjabat, sudah tiga nyawa warga melayang akibat aksi kekerasan. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di wilayah tersebut belum terkendali.

“Kejadian di Jalan Selar sebelumnya, sekarang bertambah lagi korban jiwa. Baru tiga bulan menjabat, sudah tiga nyawa melayang, bahkan mungkin lebih. Ini bukan lagi sekadar angka, ini nyawa manusia. Warga butuh rasa aman, bukan sekadar janji atau pernyataan di atas kertas. Aparat harus menunjukkan langkah nyata, tegas, dan cepat sebelum korban berikutnya kembali berjatuhan,” ujar Rudi dengan nada geram.

Ia juga meminta aparat kepolisian tidak hanya menunggu kejadian berikutnya, melainkan lebih aktif melakukan patroli, penindakan, dan penertiban terhadap kelompok-kelompok yang kerap memicu kekerasan di Belawan.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret dalam memulihkan keamanan di kawasan Belawan yang belakangan dinilai semakin rawan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan yang menewaskan korban tersebut.

(Suryono)

Artikel Terkait

Berita|Medan|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya



 

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami