Medan, bidikkasusnews.com – Kepala Polrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi Calvin menggelar konferensi pers pengungkapan kasus yang dihadiri oleh perwakilan BNN, Kodim, Kajari Medan, serta Walikota Medan Rico Waas. (Senin 13 April 2026).
Dalam penjelasannya, Calvin menyampaikan bahwa terdapat hubungan erat antara peredaran narkoba dengan meningkatnya berbagai tindak pidana di masyarakat, khususnya kejahatan jalanan, praktik perjudian, dan tindakan premanisme. "Kami menargetkan dalam waktu mendatang angka kejahatan jalanan dapat turun hingga 14%," ujarnya.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat, pihak kepolisian mencatat adanya peningkatan pengungkapan kasus sebesar 24% dibandingkan periode sebelumnya. Calvin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Polrestabes, Polsek, serta dukungan dari TNI, Polri, dan unsur Forkopimda serta pemerintah daerah yang telah bekerja sama dengan baik.
Secara rinci, pihak kepolisian telah mengungkapkan sebanyak 119 kasus dengan total 184 tersangka, dengan rincian sebagai berikut:
- Kejahatan jalanan: 23 kasus dengan 36 tersangka.
- Praktik perjudian: 35 kasus dengan 64 tersangka, dengan barang bukti berupa sejumlah mesin judi.
- Tindakan premanisme: 3 kasus dengan 3 tersangka.
- Kejahatan narkoba: 58 kasus dengan 81 tersangka.
Selain itu, terdapat 11 kasus yang menjadi perhatian utama masyarakat atau kasus prioritas yang melibatkan 18 tersangka. Beberapa kasus yang cukup besar dan sempat menjadi sorotan publik antara lain kasus pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah Laut Dendang, kasus pencurian dengan kekerasan yang berujung kematian korban di Jalan Krakatau, serta kasus pencurian dengan pemberatan lainnya.
(Togi hendri h sihombing)


Komentar