Sei rampah, bidikkasusnews.com - Keberadaan usaha kolam ikan lele yang berada di dsn VII kp pala desa sei rampah,kecamatan sei rampah kabupaten Serdang Bedagai,sangat meresahkan masyarakat setempat akibat aroma yang tidak sedap yang timbul dari pakan ikan yang berasal dari ayam mati kemaren(ayam tiren-red).
Masyarakat memaksa masuk kedalam lokasi kolam ikan untuk memastikan bau busuk apa yang mereka rasakan,setelah beberapa orang warga masuk bersama kadus,mereka menemukan ada peti piber yang ditutupi plastik yang berisikan ayam mati yang sudah membusuk dan beraroma tidak sedap dan berbelatung(bau bangkai),hal ini terjadi,jum'at(30/4/2026).
Saat awak media datang kelokasi kolam, kerumunan warga telah membubarkan diri,tapi awak media mendapatkan para pekerja sedang membersihkan sisa-sisa cairan bangkai ayam yang tertinggal dengan cara menutupinya dengan pasir,namun aroma busuk masih tercium.
Tim media mencoba mempertanyakan kepada pekerja kolam yang mengatakan bahwa bangkai ayam tersebut sudah ditanam dibelakang tembok kolam diseberang sungai dan dia mengatakan, "kami merasa tidak enak juga dengan warga sini"ucap salah seorang pekerja yang diketahui berasal dari Nusa Tenggara Timur tepatnya Kefa Menanu.
Tim media juga diarahkan untuk bertanya tentang hal ini kepada pengawas yang mereka panggil "tulang tian".Saat dipertanyakan kepada pengawas mengatakan ,bangkai ayam sudah tidak ada dan silahkan dilihat katanya,namun saat dipertanyakan tentang kegunaan bangkai ayam tersebut dipakai untuk pakan ikan,pengawas tersebut enggan untuk menjawabnya namun setelah dipertanyakan berulang kali dia pun menjawab dengan alasan pemberian pakan bangkai ayam ini baru uji coba.
Ketika dikonfirmasi melalui via telpon seluler kepala dusun VII irwan mengatakan,"memang benar ada keresahan warga kp pala dsn VII mencium aroma tidak enak yang berasal dari dalam area kolam ikan tsb,sehingga saya bersama warga masuk untuk mengetahui sumber dari bau busuk tersebut"ungkapnya.
"Setelah kami masuk ke area kolam dan mendapatkan sumber dari bau busuk tersebut berasal dari tumpukan bangkai ayam yang sudah berbelatung berada didalam peti fiber yang ditutupi pelastik"lanjutnya.
Ketika kadus ditanyakan tentang keberadaan dan ijin usaha kolam ini, mengatakan "tidak ada pemberitahuan dari pihak pemilik kolam kepada saya tentang ijin usaha maupun laporan jumlah karyawan yang dipekerjakan nya,"tutup kadus.jadi kemungkinan diduga usaha kolam ikan ini tidak memiliki ijin keberadaan usaha dari pemerintah setempat.
Juga Salah seorang ibu yang ditemui inisial N mengatakan"udara dilingkungan kami sudah tercemar denga aroma bangkai ayam,awalnya kami menyangka aroma itu berasal dari ikan busuk yang dibawa truk dari arah bedagai,tapi lama-lama baunya gak hilang,ternyata bau busuknya berasal dari kolam itu",ucapnya.
"Kami warga kp pala dsn VII desa sei rampah sangat keberatan dengan keberadaan kolam ikan lele yang diberi makan dengan bangkai ayam,kalau bisa pemiliknya pak tobing menutup usahanya kalau tidak memperhatikan lingkungan kami,itupun mau masuk sebanyak 1 ton lagi"sambungnya.
Diharapkan kepada pemerintah setempat baik itu desa sei rampah ,ataupun dari kecamatan bahkan pemerintah kabupaten serdang bedagai terkhusus dinas lingkungan hidup dan dinas kesehatan untuk lebih memperhatikan keluhan masyarakat,karna apa bila ikan lele yang diberi pakan bangkai ayam dan langsung diolah dan dikonsumsi masyarakat dengan pengolahan yang tidak sempurna dapat merugikan dan menimbulkan berbagai macan penyakit baik ringan maupun berat.
(Rikky Ramayadi Inata)



Komentar