Bertemunya Dua Harapan Antara Mahasiswa Dan Marguna

Samosir, bidikkasusnews.com - Bertempat di kediaman bakal calon bupati samosir Laksma (Purn) Marhuale Simbolon, S.Pi di kawasan perkantoran bupati samosir Desa Hutanamora Kecamatan Pangururan Samosir Senin, 13-07-2020 berlangsung pertemuan dan diskusi yang sangat menginspirasi.

Beberapa orang mahasiswa asal Pangururan Samosir sengaja berkunjung kediaman bapak Marhuale Simbolon dengan maksud dan tujuan untuk dapat berjumpa, bertatap muka dan menyampaikan aspirasi mereka kepada bakal calon bupati samosir yang maju dari jalur perseorangan.

Mahasiswa yang menimbah pengetahuan dibeberapa perguruan tinggi di kota medan dan pekan baru, yang merupakan anak kelahiran Pangururan dan orang tuanya masih tinggal di Pangururan.

Awalnya para mahasiswa hanya berharap bisa bertemu dengan bakal calon bupati namun saat mahasiswa tiba dan beberapa orang terlihat sibuk mempersiapkan meja dan kursi untuk menerima kedatangan para mahasiswa yang datang tanpa pemberitahuan.

Sambil menerima kehadiran para mahasiswa, bapak Marhuale menghubungi seseorang, ternyata yang dihubungi beliau adalah bapak Guntur Sinaga sebagai pasangannya maju dalam pencalonan bupati dan wakil bupati samosir periode 2020-2024.
Hampir setengah jam menunggu ankhirnya bapak Guntur Sinaga hadir.

Akhirnya diskusipun berlangsung, diskusi yang diwarnai banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa terhadap bakal calon bupati dan wakil bupati dijawab secara bergantian oleh bapak Marhuale Simbolon dan Guntur Sinaga.
Jimmy Naibaho mahasiswa Unimed menyampaikan pertanyaan yang di tujukan kepada bapak Marhuale Simbolon.

"Bapak Marhuale Simbolon yang kami ketahui adalah seorang pensiunan perwira tinggi angkatan laut, kami banyak mendengar bahwa sistem kepemimpinan di tentara sangat jauh berbeda dengan kepemimpinan sipil, dimana di tentara dikenal sistim garis komando dan disana ada istilah doktrin, loyalitas yang utama, sementara kepemimpinan di sipil cendrung lebih bebas, persaingan istilah loyal bukan loyalitas dan sangat di tentukan pimpinan di level masing masing.

Pertanyan saya, "jika menjadi bupati apakah bapak akan menerapkan sistim kepemimpinan militer seperti yang bapak jalani selama di militer ?

Marhuale Simbolon menjawab "syukur puji Tuhan dalam karier saya di angkatan laut saya sudah menduduki jabatan jabatan yang strategis termasuk jabatan yang saya emban sebelum masa pensiun. Menjadi kepala dinas perbekalan angkatan laut selama lebih dari 3 tahun, dan patut saya syukuri bahwa saya sudah mengikuti pendidikan kepemimpinan di Lemhanas. Tidak banyak orang yang beruntung bisa mengikuti pendidikan tersebut.

Lemhanas adalah pendidikan bagi calon calon pemimpin di negara ini, jadi dengan tegas saya katakan bahwa kepemimpinan itu adalah semacam seni, seorang pemimpin yang baik jika ia mampuh mengkombinasi berbagai model memimpin sesuai sengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi.

Janiper Gurning yang juga mahasiswa Unimed bertanya "jika bapak jadi bupati apakah bapak akan memberikan perhatian kepada para pemuda, mahasiswa seperti kami ?saya menanyakan ini karena yang kami amati selama ini bahwa kaum mudah dan mahasiswa seperti kami sangat kurang mendapatkan perhatian, seperti contoh ada beberapa anak muda samosir yang berprestasi di bidang olah raga, mereka mengeluhkan dimana mereka harus memikirkan sendiri biaya keberangakatan mereka untuk mengikuti kejuaraan, demikian juga sulitnya mereka mendapatkan fasilitas untuk berlatih apalagi untuk mengharapkan uang pembinaan. (Bastian Simbolon)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami