Wiwiek Sisto Widayat Berharap Perekonomian Sumut Semakin Membaik

Medan, bidikkasusnews.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat sangat berharap kedepan perekonomian semakin membaik,hal ini dikatakannya pada Selasa (7/7/2020) saat acara Bincang Bareng Media di lantai 7 Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut jalan Balai Kota No. 4 Medan.

Dijelaskan Wiwiek, perekonoman di pasaran mencapai hingga 4,25 dan fasilitasnya hingga 5 persen secara nasional triwulan 1-3 akibat Covid- 19 semakin mengkhawatirkan pada tahun 2020 sekisaran 0,9-1,9 persen, ungkapnya.

Bank Indonesia memperkirakan ekonomi turun tapi perekonomiannya akan membaik karena pemerintah akan mengucurkan dana sekitar 900 triliun rupiah guna meningkatkan perekonomian secara nasional, pada bulan Maret yang lalu sangat melemahnya perekonomian daya tukar pada bulan Juli 2020 masih ada kemungkinan membaik yang akan datang di Sumatera Utara dilihat perjalanan pada bulan April, Mei dan Juni 2020, paparnya.

Selain itu Wiwiek juga menjelaskan, perekonomian di Sumatera Utara khususnya Medan pada bulan Juni 2020 mengalami deflasi, Kota Medan tetap lebih tinggi 4,30 % ( Inflasi Tahun Kalender Sumatera Utara ) Andil Inflasi bulan Juli, Agustus, September mungkin akan membaik itulah harapan Bank Indonesia secara nasional, jelas Wiwiek.

Kepada wartawan Wiwiek juga mengatakan akan meningkatkan kebijakan untuk kemajuan ekonomi di Sumatera Utara artinya. “Semua kebijakan terus dilakukan guna meningkatkan perekonomian masyarakat, kegiatan ekonomi di Sumatera Utara diharapkan akan semakin membaik pada triwulan kedepannya,” katanya.

Dijelaskannya, terkait perkembangan perputaran uang elektronik sangat menurun disebabkan karena tidak adanya orang-orang yang bepergian atau berkunjung ke Sumatera Utara baik dari dalam dan luar negeri, menurut Wiwiek perlu dilakukannya upaya umtuk terus mendorong peningkatan perkembangan ekonomi di Sumatera Utara baik dari segi pemasukan dan pengeluaran sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada.

“Perkembangan pengeluaran Bantuan sosial Non-Tunai pada bulan Mei 2020 telah disalurkan ini juga diharapkan dapat membantu perbaikan ekonomi masyarakat di bulan kedepannya,” ungkapnya.

Masih menurut Wiwiek, peredaran uang palsu juga terjadi disaat pandemi Covid-19 saat ini, tapi dalam hal ini Wiwiek tidak bersedia menyebutkan jumlah rupiahnya, karena dalam nilai tukar rupiah uang palsu tidak ada, hanya yang dapat disebutkan jumlah lembarannya saja, katanya saat menjawab pertanyaan wartawan. (Ariansyah Lubis, SH)

Artikel Terkait

Medan|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami