Aset Dinas Pertanian Labura Diduga Mangkrak Hampir Setahun di Sawah, Kabid Sapras: "Sudah Pakai Dukun"

Labuhanbatu Utara, bidikkasusnews.com - Satu unit ekskavator mini yang merupakan aset daerah di bawah naungan Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diduga kuat mangkrak dan terbengkalai di Dusun Sepakat, Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir. Kondisi alat berat tersebut sangat memprihatinkan; tampak usang, berkarat, dan diduga mengalami kerusakan parah akibat terpapar cuaca ekstrem hampir setahun lamanya. Sabtu, (26/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keberadaan ekskavator mini tersebut di lokasi bermula dari insiden terbenamnya traktor milik petani setempat sekitar setahun yang lalu.

Berawal pada saat petani mencoba menarik traktor yang terbenam dengan bantuan traktor lain, namun traktor bantuan tersebut justru ikut terperosok. Sebagai upaya terakhir, petani meminjam ekskavator mini milik Dinas Pertanian. Malangnya, alat berat tersebut juga ikut terbenam di titik yang sama dan tidak dievakuasi hingga saat ini.

Kabid Sarana Prasarana (Sapras) dan Penyuluhan Dinas Pertanian Labura, Baratuj Zakiah, S.PT., M.Si, membenarkan bahwa alat tersebut adalah aset resmi pemerintah daerah. Ia berdalih bahwa keterlambatan evakuasi disebabkan oleh kendala teknis dan kondisi lapangan beberapa waktu yang lalu.

"Iya bang, rusak. Sudah kita panggil teknisi. Minggu lalu mereka kesana, belum bisa ditarik bang, sudah ada padi. belum dibolehkan petani lewat," ujar Baratuj melalui pesan singkat WhatsApp.

Terdapat perbedaan keterangan antara pihak dinas dan sumber di lapangan mengenai kondisi mesin. Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa ekskavator tersebut awalnya dalam kondisi baik dan hanya terjebak (terbenam).

"Awalnya bagusnya cuma terbenam saja. Kalau sekarang rusak, ya itu karena dibiarkan telantar hampir setahun lamanya bang," ungkapnya.

Namun, Baratuj bersikeras bahwa status alat tersebut memang rusak. Namun, ia kemudian mengakui bahwa kerusakan tersebut merupakan dampak dari insiden terbenamnya alat di lokasi.

"Ya, karena terbenam makanya rusak. Kemarin kan bantu traktor petani tenggelam disitu," tambahnya.

Hal yang cukup mengejutkan muncul dalam pernyataan Baratuj. Ia mengeluhkan sulitnya proses evakuasi meski niat awalnya adalah untuk membantu masyarakat. Ia bahkan mengklaim pihaknya telah menempuh jalur non-medis atau mistis untuk mengeluarkan alat tersebut.

"Ternyata tidak semua niat baik itu hasilnya baik. Sudah pakai dukun juga, itu dibantu orang disitu," pungkasnya.

Terlantarnya ekskavator mini yang merupakan aset daerah hampir setahun lamanya berpotensi menyebabkan kerugian negara akibat deprisiasi nilai barang dan biaya perbaikan yang membengkak.

(Ricko Chaniago)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya



 

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami