Di Duga Mengalami Pelecehan seksual, Siswi SMA Takut Bersekolah

Helvetia, bidikkasusnews.com - Dunia pendidikan adalah dunia di mana kita bisa mendapatkan ilmu guna meraih masa depan yang kita inginkan . tapi bagaimana bila kita merasa tidak aman terancam dan takut di tempat kita menuntut ilmu itulah yang dialami sebut saja Bunga (17) .Rabu 15 / 3 – 2017 pukul 14.00 datang orang tua wali siswa mendampingi anaknya bunga ke sekolah yayasan pendidikan pangeran Antasari Helvetia Deli Serdang guna melaporkan perihal yang di alami anaknya di sekolah . sesampainya di sekolah lisa orang tua wali siswa bertemu dengan pak safrudin selaku wali kelas siswa.

Bunga menceritakan kejadian yang menimpahnya kepada wali kelas, bahwa bunga sering kali di ganggu oleh teman sekelasnya . siswi SMA kelas 10 itupun mengatakan bahwa ia kerap kali di ganggu dan bukan itu saja ia merasa sangat tertekan dan tidak mau bersekolah lagi . kawan kawan sekelasnya Hr , Rd ,Dr , Rz dan Sf kerap kali menunjukan film forno kepada bunga dan bila ada kesempatan mereka memeluk dan meraba – raba tubuh bunga dan salah seorang dari pelaku sering membuka celana dan menunjukan kemaluannya kepada bunga . dan mereka selalu mengancam bunga akan memperkosa , menganiaya dan bahkan membunuhnya bila bunga memberiathukan perbuatan mereka kepada guru maupun orang tua.

Akibat perlakuan yang di alami bunga di sekolah dan terjadi pada saat saat jam belajar di dalam lingkungan sekolah, dan intimidasi serta ancaman dari pelaku yang masih teman sekelas sehingga membuat bunga tertekan dan takut bersekolah.

Namun menurut orang tua wali siswa apa yang di laporkan anaknya kepada pihak sekolah melalui wali kelas pak saprudin seperti tidak ada tanggapan dan menyalahkan anaknya . sehingga orang wali siswa merasa kecewa dengan pihak sekolah . dan itu benar saja saat wartawan mau mengkomfirmasi masalah bunga tersebut pak safrudin wali kelas siswa dengan arogan menantang wartawan dengan menyebut dirinya dari LSM ,” saya juga orang LSM , sekolah kita juga punya LSM jadi kalau mau konfirmasi masalah ini datang aja kalian kekantor LSM saya di Jalan Pasar 2 marelan saya tunggu kapan aja kalian datang lalu mengusir orang tua wali siswa dan mengatakan Masalahnya sudah selesai jadi pulang aja kalian ngapain lagi kalian disisni “.

Mendapatkan sikap arogansi seorang guru yang merupakan oknum LSM , wartawan langsung ke kantor LSM tersebut guna Konfirmasi. sayang sampai di kantor LSM terebut tidak bertemu dengan Ketua LSM maupun Pengurus lainnya. melalu konfirmasi Lewat Hp Ketua LSM yang di maksud membenarkan bahawa safrudin adalah anggotanya dan permasalahan yang terjadi di perguruan pangeran antasari tidak ada kaitannya dengan LSM yang dia pimpin.

Menyikapi hal tersebut Abdul Rahman selaku Ketua DPD Lembaga Penegak Hukum Republik Indonesia (LPHRI ) Kota medan menghanggap hal ini merupakan hal yang serius dan harus di tindak lanjuti , menurutnya dunia pendidikan tempat kita menimbah ilmu , menjadikan kita pribadi pribadi yang baik jadi kita harus mendapatkan rasa aman dan nyaman di dalamnya ,apalagi sikap seorang guru yang tidak merespon laporan siswi dan malah menyalahkannya . kalau memang Itu benar terjadi maka system pengajaran yang di lakukan oleh yayasan Pendidikan Pangeran antasari perlu di kaji ulang kembali dan ini harus kita Libatkan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan pungkasnya. ( Arman tanjung )

Artikel Terkait

Berita|Daerah|Medan|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya






VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami