Ustad Ahmad Al Habsy Beri Tausiah Pelajar Padang Panjang

Padang Panjang, bidikkasusnews.com - Terik matahari pagi yang menyengat kulit seakan hilang tak terasa. Para Pelajar dari tingkat SLTP dan SLTA yang semula enggan duduk ditengah lapangan Anas Karim Jumat (17/3), akhirnya mau duduk dalam suasana panas dan tak beranjak dari tempatnya.

Mereka tetap mendengarkan tausiah ustad kondang Ahmad Alhabsy. Para pelajar seakan terbius dengan gaya berceramah sang ustad yang tidak kaku, diselingi candaan dan sangat menyesuaikan dengan audien, dimana kebanyakan mereka adalah para pelajar.

Awalnya memang Walikota Hendri Arnis dengan tegas mengajak para pelajar untuk bersama sama duduk ditengah lapangan. Para Pelajar diminta untuk memilih tetap mendengar ceramah tapi duduk ditengah lapangan dalam suasana panas atau balik ke sekolah untuk melanjutkan belajar. Namun pada akhirnya, para pelajar memilih untuk mendengar ceramah.

Baru saja mengawali tausiah, sang ustad langsung disambut sorak sorai. Bagaimana tidak, ustad berperawakan timur tengah itu sempat melontarkan jika dia sebenarnya berdarah Padang. “saya itu berdarah Padang,” semua orang pun bersorak. “tapi padang pasir,” sambungnya. Sontak audien yang mendengar tertawa, suasana tausiah benar benar dibuat rileks olehnya.

Sambil melirik ke pak walikota yang duduk dibelakang ,bersila bersama FORKOPIMDA dan para pejabat lainnya dipanggung berukuran kira kira 5 x7 meter itu, ia menyampaikan ucapan maaf. “mohon maaf pak wali, saya harus merubah gaya berceramah pagi ini, karena yang saya hadapi adalah makluk halus,” lagi lagi sang ustad membuat audien tertawa. “Maksud saya kalian itu halus perasaannya,” ungkapnya kepada para pelajar yang merespon dengan gelak tawa.

Ustad Ahmad Al Habsy sangat memahami kalau materi ceramahnya harus disesuaikan dengan audien yang dihadapi, agar jangan sampai para pelajar yang mendengar berpanas panasan pada hari itu tidak kecewa. “Tanamkan dalam hati mereka ada rasa bangga bersama kita , keluar dari sini mereka tersenyum dan berkata ternyata hari ini acara buat kita,” jelasnya.

Ustad Ahmad Al habsy mencoba untuk memposisikan dirinya bukan sebagai penceramah dan audien bukan sebagai orang yang diceramahi.

Tausiah Ustad Ahmad Alhabsy pada hari itu mengajak agar kita menghormati orang tua , dan menghargai orang yang lebih tua dari kita.

“Rasulullah pernah bersabda, kalau seorang anak muda pandai menghargai orang yang lebih tua darinya, maka nanti dihari tuanya orang yang muda akan dibuat hormat oleh Allah SWT pada dirinya. Sebaliknya, kalau anak muda dimasa mudanya tidak menghormati yang lebih tua, satu orang saja, ketika dia jadi tua, 10 anak muda akan dipersiapkan Allah membalas dari apa yang pernah ia perbuat,” ungkapnya.

Al Habsy juga mengajak kepada orang tua agar jangan mengungkapkan kata kata yang tak pantas, seperti menyumpahi anak, karena itu bisa menjadi doa. (Syahril B)

Artikel Terkait

Berita|Daerah|Sumbar|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya






VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami