Dinas PPKB Sumut Sampaikan Indikator Sasaran Strategis

Medan, bidikkasusnews.com - Peningkatan jumlah penduduk Sumatera Utara (Sumut) dari 12,9 juta menjadi 14,1 juta jiwa dalam kurun waktu 2010-2016 menunjukkan pertambahan sekitar 187 ribu per-tahunnya. Kondisi ini bisa berdampak pada terjadinya kemiskinan, pengangguran, putus sekolah serta persoalan terkait ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP&KB) Sumut dalam hal ini mencatat bahwa tantangan kependudukan di Indonesia adalah menghadapi bonus demografi yang akan terjadi pada 2020-2035, di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 70 persen, sementara usia muda dan lansia belum banyak (30 persen). Kondisi tersebut akan berdampak positif bila dipersiapkan dan dikelola dengan baik guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Jadi tujuan program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) ini adalah mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga yang berkualitas dengan indikator keberhasilan seperti penurunan laju pertumbuhan penduduk (LPP), menurunnya angka kelahiran total dan lainnya,” ujar Kepala Dinas PP&KB Sumut dr. Ria Nofida Telaumbanua kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur, Senin (13/11).

Dalam rencana strategi (renstra) BKKBN lanjut Ria, ada lima indikator sasaran program KKBPK yang ingin dicapai dalam kurun 2015-2019. Namun diakuinya beberapa poin tidak tercapai, diantaranya penurunan LPP dari 2,06 persen (1980-1990) menjadi 1,22 persen (2000-2010). Namun berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2010-2015, Sumut justru meningkat menjadi 1,36 persen pada 2015. ( Safrin Lubis ) 

Artikel Terkait

Berita|Daerah|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya






VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami