Medan, bidikkasusnews.com - Raksaka Bhumi dan INBI (Insan Nasional Bestari Indonesia) berkolaborasi dalam sebuah acara sosial yang bertajuk Ruang Usia di Yayasan Guna Budi Bhakti, Medan. Acara ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah inisiatif yang lahir dari kepedulian mendalam untuk menumbuhkan rasa empati terhadap para lansia di panti jompo. Lebih dari itu, acara ini hadir dengan misi yang lebih besar: menghapus stigma negatif yang kerap melekat pada panti jompo, yaitu identik dengan kesepian dan keterasingan.
Panti jompo sering kali dianggap sebagai tempat 'pembuangan' bagi mereka yang sudah tidak memiliki sanak saudara atau tidak terurus oleh keluarga. Pandangan ini menciptakan narasi yang keliru tentang kehidupan para lansia di sana. "Ruang Usia" hadir untuk membalikkan narasi tersebut. Acara ini menunjukkan bahwa panti jompo bisa menjadi ruang yang penuh kehangatan, interaksi, dan kebahagiaan.
Kegiatan yang diselenggarakan dirancang secara interaktif untuk menjembatani kesenjangan antargenerasi. Para anggota dari Raksaka Bhumi dan INBI, yang didominasi oleh generasi muda, berinteraksi langsung dengan para lansia.
Sepanjang acara, berbagai kegiatan menyenangkan digelar. Mulai dari sesi bercerita, menyanyi bersama, hingga aktivitas kreatif yaitu mewarnai bersama. Tawa dan senyum para lansia menjadi pemandangan yang tak ternilai, membuktikan bahwa kehadiran dan sentuhan personal dari orang lain memiliki dampak besar pada kesehatan mental dan emosional mereka.
"Ruang Usia" diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap para lansia. Kegiatan ini mengingatkan kita semua bahwa setiap orang berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang, terlepas dari usia dan kondisi mereka.
Acara ini juga menjadi bukti nyata bahwa panti jompo bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tempat di mana kehidupan baru, pertemanan, dan kebahagiaan masih bisa ditemukan. Dengan adanya inisiatif seperti "Ruang Usia," diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk menyumbangkan waktu dan energi mereka, sehingga stigma negatif terhadap panti jompo dapat terkikis dan digantikan oleh narasi positif yang menginspirasi.
(Red)




Komentar