Toba, bidikkasusnews.com - Bendungan Siombar ombar Desa Aek Bolon Jae Kecamatan Balige yang direhab pada Tahun 2016 yang lalu telah hancur akibat terjangan air meluap dari sumber yang berasal dari pegunungan.
Menurut penjelasan dari perangkat desa Aek Bolon Jae, yang enggan disebutkan namanya mengatakan setahun setelah dibangun oleh OPD Pemkab Toba bendungan yang diharapkan masyarakat sudah hancur,"bendungan itu hanya bertahan sebatas pemeliharaan saja",terangnya dikantor kepala desa Aek Bolon Jae,Selasa 24 Feb 2026.
"Mulai dari situlah hingga sampai Tahun 2023 bendungan Aek Bolon Jae tidak dilirik pembangunan oleh pemkab Toba walaupun usulan demi usulan di musrembang maupun proposal kami sampaikan" ketusnya.
"Kami sudah berupaya mengajukan pembangunan ataupun rehabilitasi bendungan itu,tapi hanya karung goni saja yang kami dapat",sebutnya lagi.
Melalui musdes Aek Bolon Jae, masyarakat sepakat menggunakan Dana Desa Tahun 2024 untuk di pergunakan membangun/rehabilitasi bendungan Siombar ombar dan kami masyarakat bergotong royong membantu tenaga teknis dilapangan agar selesai tepat waktu.
"Bendungan Siombar ombar Aek Bolon Jae kami bangun menggunakan dana desa sebesar Rp 300 juta lebih,tidak ada biaya dari Pemkab Toba",sebutnya lagi.
"Tahun 2024 yang lalu bendungan itu sudah selesai,usulan kami ke Pemkab Toba diabaikan",terangnya lagi.
Saat ini,pasokan air untuk pertanian sudah tercukupi dan warga kami sebagian besar petani sawah.Saat ini lagi giat giatnya bercocok tanam disawah masing - masing, imbuh warga yang kebetulan sedang di kantor Desa.
(Mansur pardede)




Komentar