Medan, bidikkasusnews.com - Ikatan Keluarga Dewan (IKD) DPRD Medan kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial pada Bulan Ramadhan. Kali ini bantuan diberikan kepada korban kebakaran di Pajak Pagi Pekong atau sering disebut Pajak Pekong Pekan Labuhan, Kamis (26/2/2026).
Untuk diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan Pajak Pekong, Jalan Syahbuddin Yatim, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (18/2/2026).
Diketahui belasan unit rumah toko (ruko) hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.54 WIB tersebut. Diduga penyebab kebakaran akibat korslet listrik.
Informasi yang diperoleh dari para korban saat disambangi rombongan IKD DPRD Medan, sekitar 10 kepala keluarga terdampak kebakaran tersebut. Mereka hingga saat ini belum dapat menempati rumahnya karena luluh lantak 'diamuk' si jago merah.
Bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Medan masih berupa makanan untuk para korban bisa bertahan. Namun untuk beristirahat, mereka masih menumpang ke rumah sanak saudara.
Pimpinan rombongan IKD, Sri Afnidar Rajudin Sagala selaku ketua menyebutkan, bantuan yang diberikan merupakan sumbangsih dari pengurus dan anggota IKD yang berjumlah 43 orang.
"Bersyukur kepada Allah atas kehendaknya sehingga kita bisa berjumpa. Walau pun kami hadir terlambat, tapi tak mengurangi rasa sayang kami dan empati atas musibah yang dialami. Kami turut berduka dan berharap semoga Allah mengganti musibah ini dengan yang lebih baik, dan semoga mendapat keberkahan dari Allah SWT," kata Sri Afnidar yang merupakan istri dari Rajudin Sagala, Wakil Ketua DPRD Medan.
Turut mendampingi Wakil Ketua IKD Yunita Ekasari Zulkarnaen dan Fitri Aini Hasanah istri Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra, Wulan Bendahara IKD yang merupakan istri dari Anggota DPRD Medan Robi Barus dan istri Zulham Efendi, serta anggota IKD lainnya.
Keprihatinan mendalam juga disampaikan Wulan yang berharap agar kondisi warga segera pulih dan kembali bersemangat mencari nafkah.
"Kami berharap apa yang kami berikan dapat mengurangi beban bapak dan ibu. Jangan dilihat dari jumlahnya, tapi lihatlah dari keikhlasan kami. Semoga bapak dan ibu kembali semangat beraktifitas,"harap Wulan.
Bantuan yang diberikan sebagai tali asih merupakan uang tunai yang diberikan kepada masing-masing kepala keluarga.
Kegiatan bakti sosial ini merupakan rutinitas IKD DPRD Medan terhadap warga yang mengalami musibah, diantara kebakaran dan banjir. Selain itu juga, pada setiap perayaan hari besar keagamaan, IKD memberikan bantuan kepada panti asuhan dan anak yatim.
Butuh Seng, Kayu & Semen
Pada kesempatan itu, warga diwakili Ramadan Saragih menyampaikan harapannya agar mereka mendapat bantuan berupa seng, semen dan kayu untuk bisa menata rumahnya agar bisa ditempati.
"Kami mohonlah kepada ibu-ibu agar disampaikan kepada bapak anggota dewan, kami butuh semen, seng dan kayu. Setidaknya kami bisa betuli rumah kami ala kadarnya agar bisa ditempati," kata Ramadan diaminkan para korban lainnya.
Dia menyebutkan, Pajak Pekong merupakan model ruko jaman dulu dan salah satu situs pasar tradisional bersejarah yang jejaknya berkaitan dengan masa kolonial Belanda dan perkembangan komunitas Tionghoa di Sumatera Utara. Bangunan yang terbakar merupakan sisa zaman kolonial Belanda.
"Pemerintah Kota Medan sudah memberikan bantuan, tapi hanya berupa makanan. Kami berharap dapat bantuan seng, semen dan kayu untuk merehab rumah biar bisa kami tempati lagi,"tukasnya.
Turut menjadi korban, Khairunnisa, kepala lingkungan (kepling) di kawasan itu. Wanita itu tak sanggup menceritakan peristiwa yang dialaminya. Sementara Bu Niar, korban lainnya dengan airmata berlinang menceritakan tak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Usaha sembakonya ludes habis dilalap si jago merah.
(Ariayansah Lubis)





Komentar