Toba, bidikkasusnews.com - Bondar Bahal Desa Ujungtanduk Kecamatan Laguboti yang melintasi 3 Desa butuh penanganan segera akibat beberapa dinding tanggulnya sudah retak dan.pecah,bahkan sudah roboh termakan usia.
Selain dinding tanggul yang pecah,retak dan roboh tanggul aliran Bondar Bahal Ujungtanduk masih menggunakan tanggul tanah sepanjang 600 meter menuju perbatasan Desa Pintubosi.
Menurut penjelasan petani br.Sitinjak,tanggul Bondar Bahal ini dibangun pada saat br Simanjuntak menjabat Kepala Desa Ujungtanduk.
"Kalau tidak salah pada saat Kades Ujungtanduk br Simanjuntak tanggul ini dibangun",sebutnya saat dikonfirmasi awak media ini,Jum'at 27-02-2026 dilokasi tanggul Bondar Bahal.
Sejalan dengan penjelasan br Sitinjak,Kades Ujungtanduk Fredi Sibarani melalui Kadus VII M.Sitinjak juga menjelaskan bahwa Bondar Bahal Ujungtanduk membutuhkan perhatian Pemkab Toba dalam hal penanganan tanggul yang belum dibangun dan mengatasi masalah luapan air yang terlalu besar apabila musim penghujan.
"Ia pak,air di Bondar Bahal ini bila musim hujan akan meluap menggenangi sawah kami dan padi disini akan terendam",sebut br Sitinjak menimpali.
Harapan kami,Pemkab Toba dapat menampung usulan kami yang telah kami sampaikan pada tahun tahun sebelumnya,ujar M.Sitinjak.
"Pada saat hujan deras,dari hulu di Desa Sidulang air akan meluap sehingga sawah kami yang hendak panen akan terendam",sebutnya lagi.
(Mansur pardede)



Komentar