LABUSEL, bidikkasusnews.com - Bupati Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Labuhanbatu Utara di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa perang terhadap narkotika di wilayah perbatasan harus diperkuat melalui koordinasi lintas daerah yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Labuhanbatu Utara, Muhammad Hendro, menegaskan pentingnya membangun komunikasi intensif antara BNN dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Menurutnya, peredaran narkoba tidak mengenal batas administrasi. Karena itu, penguatan sinergi antarwilayah menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
Bupati Fery menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam mendukung langkah strategis BNN, mulai dari pencegahan, edukasi, hingga rehabilitasi. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin generasi muda Labusel tumbuh sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkoba,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Labuhanbatu Selatan M. Reza Pahlevi Nasution menyampaikan kesiapan jajaran pemerintah daerah untuk bersinergi dalam program rehabilitasi dan kampanye bahaya narkoba.
Pertemuan ini diharapkan bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan langkah strategis membangun gerakan bersama menuju Labusel yang aman dan bersih dari narkotika.
Di sisi lain, Ketua KBPP Polri Sektor Kotapinang, Yudistira turut menyoroti pentingnya keseriusan lintas instansi dalam membuktikan komitmen pemberantasan narkoba.
Ia mengingatkan agar kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada seremonial dan publikasi semata, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang terukur di lapangan.
Sorotan publik pun menguat setelah Polres Labuhanbatu baru-baru ini menggagalkan peredaran lebih kurang 31 kilogram sabu-sabu. Ini jumlah fantastis tersebut memantik pertanyaan besar tentang bagaimana narkotika dalam skala besar bisa begitu mudah masuk dan beredar.
Masyarakat berharap peran Badan Narkotika Nasional sebagai garda terdepan P4GN benar-benar optimal dan terintegrasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Perang melawan narkoba tak boleh berhenti pada jabat tangan dan foto bersama.
Di tengah keprihatinan atas semakin banyaknya generasi muda yang terjerumus, publik menuntut langkah tegas, konsisten, dan terukur. Labusel membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana, demi menyelamatkan masa depan anak bangsa dari ancaman narkotika, tutup Yudis.
(Ir,Lubis)




Komentar