Kutacane, bidikkasusnews.com - Progres rehabilitasi jaringan irigasi Lawe Harum, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara, kini telah mencapai 90 persen. Proyek strategis ini ditargetkan rampung dan bisa difungsikan bulan Juni 2026.
Bendungan dan saluran primer sudah selesai dibangun. Saat ini kontraktor fokus menyelesaikan pengerjaan finishing dan normalisasi.
Pengawas dari Hutama Karya (HK) Ozil, mengatakan progres rehabilitasi irigasi Lawe Harum ini sudah mencapai 90 persen, Ia menyebut irigasi Lawe Harum akan mengairi sekitar 1050 hektar sawah di dua kecamatan di Aceh Tenggara
“Progres fisik sudah 90 persen. Tinggal finishing normalisasi, setelah beroperasi, petani tidak lagi tergantung musim hujan. Target tanam bisa naik dari 1 kali jadi 2-3 kali setahun,” jelas Ozil kepada Awak Media, Minggu (31/5).
Pembangunan irigasi senilai Rp.27.6 miliar untuk tiga kabupaten ini bersumber dari APBN melalui Kementerian PUPR. Keberadaannya diharapkan mendongkrak produksi padi dan meningkatkan kesejahteraan petani di Aceh Tenggara.
Warga setempat Tumeang menyambut baik, rehabilitasi irigasi Lawe Harum. Ia mengaku sudah lama menunggu irigasi ini.
“Dulu kalau kemarau panjang gagal panen. Sekarang kami optimis hasil panen meningkat,” katanya.
Disamping itu, irigasi tersebut juga akan mengairi kolam - kolam masyarakat untuk meningkatkan hasil produksi ikan air tawar, lanjut Tumeang.
(Noris Ellyfian)


Komentar