Gelar Diskusi Publik, Walikota Jambi Maulana Undang Akademisi, Media dan LSM Untuk Kritikan Serta Masukan terkait Tata Kelola Sampah

Jambi, bidikkasusnews.com – Merespon kritikan yang datang dari kebijakan transformasi tata kelola persampahan dan penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengundang kalangan media, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengikuti diskusi publik terkait kebijakan pengelolaan sampah di Kota Jambi yang akan digelar di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (13/6/2026) pukul 08.00 WIB. 

Wali Kota Maulana menyebutkan, Diskusi tersebut digelar sebagai ruang terbuka untuk menerima masukan, kritik, dan saran penyempurnaan terhadap berbagai kebijakan yang saat ini dijalankan Pemerintah Kota Jambi, khususnya program pengelolaan sampah yang belakangan menjadi perbincangan publik. 

"Saya mengundang media, LSM, dan para profesor untuk hadir. Apa yang belum sempurna akan kita sempurnakan bersama. Setiap kebijakan pasti ada yang pro dan kontra, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita sama-sama memperbaikinya," kata Wali Kota Maulana, pada Rabu, (10/06/2026).

Maulana mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Kota Jambi tidak bisa dilepaskan dari sistem yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu. Sekitar tahun 2006 saat jumlah penduduk Kota Jambi masih berkisar 400 ribu jiwa dengan jumlah TPS 300 titik dipinggir jalan untuk melayani kebutuhan masyarakat masih di anggap relevan.

"Pada masanya mungkin itu tepat. Tetapi sekarang kondisi sudah berubah. Penduduk bertambah, aktivitas masyarakat meningkat, layanan antar makanan, paket dan berbagai aktivitas lainnya juga berkembang. Konsep lama tentu perlu dievaluasi," ungkap Maulana.

Wali Kota Maulana menyebutkan  sistem TPS terbuka yang selama ini digunakan menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, termasuk air limbah yang mencemari lingkungan sekitar.

Karena itu, pemerintah pada 2008 mulai mendorong konsep TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berbasis pemilahan sampah dari sumbernya. Namun, dari sejumlah TPS3R yang dibangun, saat ini hanya sekitar tujuh yang masih aktif beroperasi.

"Bayangkan, sejak 2008 kita kampanyekan TPS3R, tetapi yang masih bertahan hanya sekitar tujuh. Karena mengubah perilaku masyarakat itu memang tidak mudah," ucapnya.

Menurutnya, program Optimalisasi Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini dijalankan Pemkot Jambi pada dasarnya mengadopsi konsep TPS3R yang telah lama diperkenalkan pemerintah. 

Selain itu Maulana menegaskan, mekanisme iuran yang diterapkan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukanlah hal baru karena sudah diterapkan dalam konsep TPS3R sejak lama di perkenalkan pemerintah.

"Kalau OPBM disebut pungli karena ada iuran, berarti konsep TPS3R sejak 2008 juga harus disebut begitu. Faktanya, uang yang dikelola itu kembali untuk kepentingan masyarakat dan operasional pengelolaan sampah, bukan untuk wali kota," tegas Wali Kota Maulana.

Wali Kota Jambi Maulana juga menjawab berbagai tudingan terkait pengadaan bentor dalam program pengelolaan sampah. Menurutnya, kendaraan roda tiga tersebut bukan hal baru karena sebelumnya juga pernah dibeli melalui berbagai program pemerintah. 

Ia juga menjelaskan perbedaan utama terletak pada konsep pengelolaannya yang kini diberikan kepada masyarakat agar menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan lingkungan.

"Bentor sudah lama ada. Yang saya ubah adalah konsepnya menjadi milik dan dikelola masyarakat. Ini gerakan moral bersama, merupakan ciri khas budaya kita sebagai kearifan lokal lewat gotong royong, karena sampah bukan hanya hanya tugas pemerintah. Saya juga tegaskan, saya tidak pernah menerima keuntungan apa pun dari pengadaan bentor. Bahkan saya tidak mengenal pihak yang dituduhkan itu," ujar Maulana.

Melalui diskusi publik tersebut, Maulana berharap muncul masukan konstruktif demi penyempurnaan kebijakan pengelolaan sampah di Kota Jambi.

"Mau sampai kapan pintu masuk kota dipenuhi sampah? Mau sampai kapan anak-anak sekolah dan mahasiswa belajar dengan lingkungan yang masih kotor? Karena itu yang ingin kita ubah adalah perilaku dan kesadaran bersama agar Kota Jambi menjadi lebih bersih," tutur Wali Kota Jambi Maulana. (Arf)

Artikel Terkait

Berita|Jambi|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya



VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami