Tanjung Morawa, bidikkasusnews.com - Nama panggilan sehari hari nya "Baba", seorang mantan karyawan disebuah perusahaan swasta di jalan Industri Desa Tanjung Morawa B.
Setelah di PHK, Ia banting stir menjadi seorang Penarik Betor (Beca Bermotor).
Dengan tabungan yang ia miliki, Baba pun membeli Becak second (setengah pakai) agar ia bisa menyambung hidup nya.Baba seorang Duda yang memiliki anak perempuan semata wayang.
Setiap hari, Baba keluar rumah di pagi hari dengan tujuan ke pasar tradisional Tanjung Morawa, karena biasanya ada sewa (penumpang) setelah belanja dari pajak Tanjung, dan terkadang sewa anak sekolah.
Sedangkan penghasilan nya per-hari tidak menentu. Terkadang hanya bisa membawa pulang Rp 40 ribu - Rp 50 ribu pendapatan bersih. Kadang ia mangkal di Tanjung Morawa Kota, Kadang ia keliling Desa untuk mencari sewa.
Sabtu, 11 Juli 2026 lalu, Baba dapat sewa di jalan Bandar Labuhan sekitar pekan Selasa. Ada seorang ibu yang ditaksir berusia 50 tahunan menyetop Baba.
"Bang, antar aku ke pajak Marindal, bisa," kata si ibu.
"Minyak ku gak cukup kesana Bu," jawab Baba.
"Oh, ini Sepuluh ribu, isilah dulu minyak mu ya," kata si ibu dengan logat daerah nya sembari menyodorkan uang sepuluh ribu.
"Berapa ongkos ke pajak Marindal..?," sambung si ibu.
"Seratus ribu Bu," jawab si Baba.
"Ya, udah, nanti sampai sana, ku tambahin sisa nya," kata si ibu.
Berangkat lah Baba dengan penumpang seorang ibu menuju ke pajak Marindal, pada saat itu berkisar pukul 17 : 35 wib dari jalan Bandar Labuhan menuju Pajak Marindal. Dijalan Utama Desa Limau Manis, Baba mengisi minyak ketengan (eceran) Rp 25 ribu, uang ongkos (DP) dari si ibu ditambah sisa uang Rp 15 ribu di saku kantong celana Baba.
Dari jalan Bandar Labuhan, Baba membawa Becak mesin nya melalu jalan Tirta Deli, Jembatan Pondok Bambu, jalan Utama Desa Limau Manis, Gang Bambu, Lokasi hingga tembus ke Desa Ujung Serdang dan keluar menuju ke jalan Lintas Sumatera, langsung arah ke Amplas, Patumbak, Jalan Masjid dan sampai ke tujuan pajak Marindal berkisar pukul 18 : 45 wib.
"Tunggu dulu disini, aku cuma mau beli sayuran," janji si ibu.
"Iya Bu," jawab si Baba.
Pukul 19 : 30 wib, Baba pun mulai bingung, dalam pikirannya "kemana ibu itu, kok lama kali belanja sayur aja, udah satu jam lebih aku nunggu," gerutu Baba sembari melihat jam lewat hp jadul yang ia miliki.
Haus, lapar, Ia tahan kan, karena memang tak punya duit lagi, uang yang tersisa di saku celana nya sudah untuk nambahin isi minyak tadi sore.
Baba hanya bisa melongo diatas Becak nya sembari melihat orang - orang yang di pajak Marindal habis satu persatu.
Pukul 22 : 05 wib, Baba si Penarik Becak, tersadar, bahwa ia telah dibohongi oleh si ibu tadi, penumpang yang ia bawa dari Jalan Bandar Labuhan Tanjung Morawa hingga ke pajak Marindal.
Dengan lesu, Baba pun pulang menuju ke rumah nya di Kampung Tengah Dusun I Desa Tanjung Morawa B, sampai dirumah pukul 23 : 40 wib. Pulang narik becak tanpa se-rupiah pun yang ia bawa pulang.
Baba hanya bisa berkata saat ia berada diperjalanan menuju pulau ke rumah "jika hari ini bukan rezeki ku, maka, besok dekat kan lah rezeki untuk ku, Ya Rabb".
(Tumenggung)


Komentar