Toba, bidikkasusnews.com - Kadis Kesehatan Kabupaten Toba, Freddy Seventry Sibarani MKM sebutkan Kabupaten Toba akan mendapat kehormatan sebagai satu satunya Kabupaten penerima bantuan pusat layanan mata(vision center) yang didukung dari Freed Hollow Foundation(FHF) dan penandatanganan komitmen sudah dilakukan pada Kementerian Kesehatan di Minggu lalu tepatnya tanggal 5-6 Oktober 2026,ujarnya saat dikonfirmasi awak media ini,Selasa 20-10-2026 di ruang kerjanya.
Saya atas nama pemerintah Kabupaten Toba atas nama Bupati mewakili menandatangani komitmen tersebut dan di bulan November nanti akan ada penanda tanganan atau launching di Provinsi Sumatera Utara,Toba menjadi salah satu menjadi satu satunya di Provinsi Sumatera Utara yang mendapatkan program vision center ini.
Program ini menjadi salah satu layanan unggulan di Kabupaten Toba yang didukung oleh Freed Hollow Foundation (FHF)yang dimana nanti seluruh SDM dan perawat akan dilatih untuk bisa melakukan pelayanan mata terpadu di puskesmas dan tenaga refraksi optisien dan juga akan terintegrasi dengan layanan mata di rumah sakit.
Seluruh kelengkapan alat dan juga kacamata yang akan di berikan kepada pasien/masyarakat akan diberikan oleh Kementerian Kesehatan melalui dukungan Freed Hollow Fondation.
Ini merupakan apresiasi ke Kabupaten Toba,dan satu satunya di provinsi Sumatera Utara menjadi kabupaten unggulan untuk vision center ini.
Freddy Seventry Sibarani MKM menjelaskan,program yang didapatkan dari Freed Hollow Foundation hanya 2 di Indonesia yakni Kabupaten Wajo di NTB dan Kabupaten Toba di Sumatera menjawab pertanyaan wartawan.
Dan pada Tahun 2027 akan datang kita Kabupaten Toba akan melaksanakan pengembangan layanan ini dengan pendanaan Freed Hollow Foundation akan ada penambahan fasilitas layanan mata di Puskesmas Tandang Buhit dan ada juga 2 Puskesmas yang akan kita assessment lagi dan mudah mudahan tidak akan lama lagi penetapan menjadi vision center di Toba.
Sampai saat ini selain Puskesmas Tandang Buhit,telah dilakukan krediansialing atau assessment adalah Puskesmas Ajibata dan Puskesmas Parsoburan,terangnya kepada awak media ini.
Tujuan dilakukan assessment adalah untuk memastikan masyarakat mendapat layanan kesehatan mata dan angka kebutaan ataupun gangguan repraksi ditengah tengah masyarakat,sehingga masyarakat itu betul betul terlayani dengan kesehatan mata,paparnya.
Kadiskes Toba berharap agar masyarakat mendapatkan informasi yang cukup terhadap pelayanan kesehatan mata dan tidak perlu lagi khawatir dari mulai screening penyakit mata dan sampai tindakan operasi mata sudah dapat dilakukan di Kabupaten Toba serta tenaga kesehatan sudah terlatih dan sarana pendukungnya sudah lengkap, ujarnya lagi.
Untuk operasi mata sudah berlangsung di Rumah Sakit Porsea,hanya 15 menit operasi katarak itu sudah bisa dilakukan dengan Faekoemulsifikasi dan layanan ini akan terpadu dan akan diberikan kepada masyarakat dengan gratis lewat program BPJS ataupun dukungan menteri kesehatan melalui Freed Hollow Foundation, pungkasnya.
(Mansur pardede)


Komentar