![]() |
| Tesalonika R.M. Panggabean saat turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat mengenai cinta rupiah. Foto: Instagram @tesalonikarmp |
Oleh: Khairiyah
Tesalonika R.M. Panggabean bersama tim Tasak Telu mengedukasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah melalui kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengajak masyarakat merawat uang Rupiah dan mengenali kondisi uang yang tidak layak edar. Tim juga membantu mengumpulkan uang tidak layak edar untuk ditukarkan melalui Bank Indonesia agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku. (Medan, 30 Agustus 2026).
Tesalonika menemukan uang dengan kondisi lecek saat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, sebagian masyarakat masih menggunakan uang tersebut tanpa mengetahui bahwa uang dengan kondisi tertentu dapat termasuk kategori tidak layak edar.
“Banyak uang yang kami temui sudah lecek. Masyarakat enggak sadar kalau seharusnya itu enggak layak edar, jadi masih terus diedarkan,” ujar Tesalonika.
Temuan tersebut mendorong Tesalonika dan tim untuk menyampaikan edukasi CBP Rupiah di tengah pelaksanaan misi QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026. Meskipun kompetisi tersebut juga berfokus pada pengenalan kuliner lokal dan edukasi pembayaran digital melalui QRIS, tim turut menyampaikan informasi tentang pentingnya menjaga kondisi fisik Rupiah.
Dalam edukasi tersebut, Tesalonika menjelaskan bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan negara yang perlu dihargai. Salah satu bentuk penghargaan terhadap Rupiah adalah menjaga kondisi fisik uang agar tidak mudah rusak selama digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Tesalonika juga memperkenalkan prinsip 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang, untuk membantu masyarakat mengenali keaslian uang Rupiah. Masyarakat dapat memeriksa unsur pengaman uang melalui pengamatan visual, tekstur yang dapat dirasakan dengan sentuhan, serta tanda tertentu yang terlihat ketika uang diterawang ke arah cahaya.
Selain mengenali keaslian uang, masyarakat perlu memahami cara merawat Rupiah melalui prinsip 5J. Prinsip ini mengingatkan masyarakat untuk tidak melipat, meremas, mencoret, menstaples, atau membasahi uang. Karena itu, masyarakat perlu menyimpan uang dengan baik dan menghindari perlakuan yang dapat merusak kondisi fisiknya.
Melalui kegiatan tersebut, Tesalonika dan tim mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi uang yang mereka gunakan setiap hari. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan CBP Rupiah secara langsung di ruang publik, bersamaan dengan kegiatan pengenalan kuliner lokal dan pembayaran digital dalam QJI 2026.
(*)


Komentar