Musibah Banjir Menurut Bupati Kampar, Tidak Ada Kaitannya Dengan Pembangunan Gedung 8 Lantai

Bangkinang, bidikkasusnews.com – Kejadian yang menimpa Kota Bangkinang Akibat guyuran hujan di sejumlah wilayah di Ibukota Kabupaten Kampar adalah suatu musibah yang tidak bisa diatasi oleh siapapun dan pembangunan grenase jenis apapun, karena apabila  " Kumpayaku " kata Alllah SWT,  maka tidak ada satupun yang bisa mengatasi kecuali Allah SWT itu sendiri, Rabu 28 Nopember 2018.

Dalam musiba ini Kepala Biro Bidik Kasus Kampar/Riau Umar mengkomfirmasi Bupati Kampar lewat WattApps selulernya tentang penomena musiba banjir tersebut " Toh "  musiba banjir ini tidak ada kaitan dengan pembangunan Gedung 8 Lantai, menurut Bupati Kampar H. Aziz Zaenal, SH, MM, musibah yang datang itu adalah kehendak Allah SWT, Ungkapnya.

Saya selaku Bupati Kampar sangat bermohon sama Masyarakat dan pejabat yang ada di Kab Kampar agar musibah banjir yang dimuat di beberapa media Online agar tidak berpikiran negatif, dan mengkaitkan musibah banjir ini dengan pembangunan gedung 8 Lantai yang sudah disahkan Dalam Palipurna DPRD Kampar silam,

Anggap musibah ini suatu ujian yang diberikan oleh Allah swt kepada Masyarakat kab Kampar pada umumnya,  Kota Bangkinang Dan Desa Salo Timur pada khususnya, Tutup Azis.
Foto Banjir akibat Hujan semalam Suntuk Grenase dengan ketinggian lebih kurang 80 M, Lebar Lebih Kurang  3 M.
Musibah banjir ini membuat masyarakat menyibukkan diri dengan menyelamatkan barang-barang berharga miliknya agar tidak terkena  banjir, dan musibah ini juga tidak jadi ajeng rutinitas yang terjadi.

Dan Tidak hanya rumah warga saja yang terendam banjir, fasilitas umum seperti jalan, sekolah, dan perkantoran juga ikut terkena imbasnya musibah banjir akibat hujan Lebat semalam suntuk yang terjadi pada hari selasa 27 Nopember 2018 sore hingga Rabu pagi, Tambahnya.

Sementara itu, Tokoh Muda Kampar, Noor Aufa, SH, CLA mengaku prihatin melihat musibah banjir yang menimpa Kota Bangkinang dan Desa Salo Timur akibat Hujan Lebat semalama suntuk, Dia berharap agar pemerintah daerah serius menangani permasalahan banjir ini,  jadikan musibah tersebut untuk motipasi kita kedepannya.

Dan disi Lain terkait dengan adanya pembangunan gedung 8 lantai  dengan anggaran sekitar 98 Milyar yang sudah dianggarkan dalam APBD Th 2019, dia menilai tidak lagi perlu dipermasalahkan, karna akan membuat pecah bela kita saja sebagai masyarakat dan penjabat yang ada. Tutupnya. (Saidina Umar)

Artikel Terkait

Berita|Daerah|Riau|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami