Covid Masih Mendera, Vaksinasi Tahap II Jalan, Tapi Posko Covid Pemkab.Solok Sudah Lenyap ?


Arosuka, bidikkasusnews.com – Dari laporan, bahwa untuk  Zonasi daerah di Sumatera Barat pada Minggu ke-52  dari tanggal  7  - 13 Maret 2021, Kabupaten Solok masih masuk dalam  Zoba Oranye atau Resiko Sedang atau Positivity Rate (PR) Kabupaten Solok sekitar 9,39 persen. Namun pada Kamis, (11/3/21) terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah 5 orang.

Dari relis juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam, dengan penambahan lima orang itu, total warga Kabupaten Solok yang Terkonfirmasi  Covid-19 hingga Kamis, (11/3) sebanyak 886 orang. “Diantara pasien terkonfirmasi  Covid-19 tersebut, sebanyak 28 orang menjalani karantina mandiri,  12 orang dirawat, sebanyak 21 orang meninggal dan sembuh sudah mencapai 825  orang”,ujarnya.

Satgas telah melakukan pemeriksaan Spesimen kepada sebanyak  9.433 orang dan sebanyak 1.684 berasal dari kegiatan Pool Test Kabupaten Solok. Adapun kelima orang kasus konfirmasi masing-masing adalah

1) Perempuan (45 thn), asal Cupak, IRT, merupakan kasus suspek dari RSUD M Natsir yang memiliki gejala demam, sesak nafas, sakit kepala dan lesu, yang bersangkutan Karantina Mandiri.

2) Perempuan (56 thn), asal Surian, IRT, merupakan kasus suspek yang melakukan pemeriksaan Spesimen di RS Semen Padang dengan gejala flu, batuk, sakit tenggorokan dan demam, yang bersangkutan Karantina Mandiri.

3) Laki-laki (18 thn), asal Sungai Nanam, siswa, merupakan kasus suspek yang memiliki gejala Demam saat skrinning, sekarang dirawat di RST Solok.

4) Laki-laki (33 thn), asal Bukit Tandang, Karyawan Swasta di Kota Solok, merupakan kasus suspek yang memiliki gejala demam, lemas dan kurang nafsu makan, yang bersangkutan dirawat di RST Solok.

5) Laki-laki (66 thn), alamat Nagari Batang Barus, Gunung Talang, Tani, merupakan kasus suspek yang memiliki gejala nyeri Ulu hati, sesak nafas, demam dan hilang nafsu makan, dirawat di RSUD Arosuka.


Vaksinasi Tahap II Berlangsung Posko Covid Menghilang ?

Seiring pandemic ini, sekelebat masa transisi kepemimpinan Bupati Solok dijabat Peelha, dan tatkala virus covid masih menerpa warga Kabupaten Solok, lalu telah berlangsung vaksinasi tahap II, akan tetapi Posko Covid sudah tidak ada lagi pada Pemerintahan Kabupaten Solok. Dulu, dipimpin Yulfadri Nurdin saat ia menjabat Wakil Bupati, dan setelah habis periodeisasi Gusmal Yulfadri tidak ditemukan lagi posko di gedung sekretariat daerah lama. “Sekarang tak adalagi posko covid, orang beranggapan di BPBD atau Dinas Kesehatan, padahal itu tekhnis”,ungkap seorang petugas surveillance di Dinas Kesehatan.

Terpisah diakui Kepala BKD Editiawarman dalam bincang ringan dengannya, bahwa posko itu langsung penanggungjawabnya bupati dan diambil Pak Wabup sebagai pimpinan di lapangan. Berarti semenjak Bupati Peelha, siapa lagi pejabat berwenang yang memimpin di Posko Covid  dan dimana pula sekretariatnya.


Para Guru Kab.Solok Belum Swab Solok Selatan sudah 2 Kali

Lagi, sejak memasuki tahun 2021, Pemkab.Solok belum memberlakukan  proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di sekolah-sekolah negeri, namun sebahagian sekolah swasta telah memulai. Mereka mensiasati edaran gubernur, bahwa sebelum tata muka para guru harus swab rapit antigen, maka guru SDIT terpanggil secara mandiri. PBM nya berlangsung secara gentian, sepekan masuk pagi dan sepekan masuk siang.

Drs.Zulkisar, MM sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dis.Dikpora) Kabupaten Solok saat ditanya, memang ikuti edaran gubernur, tapi umurnya cuma 2 atau 3 hari masa berlaku. “Pembiayaan ini masih proses di Pemda, memang ada terpikir dari dana komite”,kata Zulkisar.

Saat disebutkan sekolah swasta yang sudah memberlakukan pembelajaran, ia menimpali, bahwa sekolah swasta mereka melaksanakan rapid secara mandiri. Seperti diakuinya di Pasaman Barat sudah berlangsung PBM. Bahkan untuk Solok Selatan  sudah dua kali para gurunya melakukan swab. Dengan mensiasati cara belajar tatap muka, memakai istilah ganjil genap, kata Nasrul seorang guru disana.

Masih di Kabupaten Solok, khusus siswa SLTA sudah belajar tatap muka dengan system shift-shift an. Menurut Kepala SMK 2 Gunung Talang Drs.Harmen, M.Si, sejak Januari 2021 pihaknya sudah memberlakukan tatap muka. Artinya para siswa di SLTA sudah belajar, karena kewenangan sudah ditarik ke provinsi. Memang ada edaran gubernur, tapi ketika pertemuan dengan Kadis Pendidikan bersama seluruh kepala SLTA se-Sumbar di Bukittinggi menghadapi PBM masa Covid, juga menghadirkan Dinas Kesehatan provinsi. “Saat itu kami tanyakan, langsung Dinas Kesehatan Provinsi, lalu menelpon ke daerah untuk koordinasi ke Dinas Kesehatan kabupaten kota. Sehingga kami para guru sudah swab”,sebut Harmen.

Terpisah, petugas bidang Surveilance pada Penyakit Menular Dinas Kesehatan menyampaikan, setentang pembiayaan swab, andai disegerakan niscaya bisa. “Sebetulnya bisa tertanggulangi lewat DID (Dana Insentif Daerah), akan tetapi itu yang lalai penanganannya”,ujarnya petugas yang tak etis disebutkan.

(mak itam)

Artikel Terkait

Berita|Sumbar|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami