Triwulan II 2021, Ekonomi Sumut Dipastikan Tumbuh Positif


Medan, bidikkasusnews.com - Setelah melewati masa fase-fase kontraksi selama empat Triwulan terakhir mulai dari Triwulan II, III dan IV tahun 2020 dan Triwulan I tahun 2021 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) memastikan ekonomi Provinsi Sumut Triwulan II tahun 2021 telah melewati masa-masa krisis dimana pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi dalam beberapa periode.

Kepala KPw BI Provinsi Sumut, Soekowardojo mengatakan, sudah saatnya Triwulan II-2021 Provinsi Sumut memasuki fase positif karena hasil perhitungan indeksasi di tahun 2020 Provinsi Sumut mengalami kontraksi yang sangat dalam sehingga peluang pertumbuhan ekonomi ke arah positif sangat besar sekali.

“Dari hitung-hitungan secara kasar diharapkan ekonomi Sumut tumbuh positif sekira 3-4,5 persen,” kata Soeko dalam Bincang Bareng Media, Kamis (10/6/2021). Saat itu Soeko didampingi Deputi Kepala KPw BI Sumut, Ibrahim dan Andiwiana Septonarwanto.

Berdasarkan tracking terkini imbuh Soeko, kondisi perekonomian Sumut untuk keseluruhan tahun 2021 dapat terakselerasi dibanding tahun 2020. Pertumbuhan tersebut diperkirakan menunjukan indikasi positif sejalan dengan optimisme perbaikan ekonomi global maupun Nasional. Perbaikan ekonomi global juga diprediksi mendorong peningkatan ekspor dari lapangan usaha tradable.

Selain itu adaptasi kenormalan baru diikuti dengan program vaksinasi tidak hanya memberikan dampak kepada aspek kesehatan masyarakat namun diprakirakan ikut memberi andil positif kepada perekonomian.

“Hal ini memberi sinyal positif bagi dunia usaha dan mulai meningkatkan pertumbuhan konsumsi swasta dan investasi. Apalagi kebijakan Pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang cenderung akomodatif diperkirakan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Soeko.

Di samping itu, optimisme perbaikan mengindikasikan ekonomi dapat kembali tumbuh positif yang didukung oleh perkembangan berbagai indikator terkini serta adanya faktor base effect. Selain itu, terus menguatnya kinerja ekonomi dunia akan mendorong akselerasi produksi eksportir dari usaha tambang dan industri pengolahan. Usaha bangunan dan perdagangan juga akan mengalami akselerasi sejalan dengan semakin kondusifnya kegiatan operasional proyek baik PSN terkait infrastruktur, optimisme UUCK, dan ekspansi swasta, serta adanya HBKN Idulfitri yang akan mendorong aktivitas penjualan eceran.

“Dari sisi permintaan, membaiknya ekonomi secara umum akan menjaga pendapatan masyarakat dan penerimaan pajak bagi Pemerintah Daerah sehingga akan menopang konsumsi,” ujarnya.

Sementara itu Deputi Kepala KPw BI Sumut, Ibrahim menambahkan, meski perekonomian Sumut diprakirakan bisa tumbuh di kisaran 3-4,5 persen, namun angka ini masih bisa bias ke atas atau bias bawah. “Artinya, bisa di atas 3-4,5 persen atau bisa di bawah 3-4,5 persen,” ungkap ibrahim.

Masih kata Ibrahim, untuk triwulan II-2021, investasi diprediksi menjadi penopang perekonomian Sumut. Jika merujuk pada triwulan I-2021, meski masih berkontraksi, investasi berkontribusi hingga 32% dan konsumsi sekitar 50%. Hal yang sama juga akan terjadi pada triwulan II-2021 meski ada harapan investasi akan berkontribusi lebih besar. Karena itu sejalan dengan optimisme investor setelah adanya vaksinasi.

“Konsumsi juga diharapkan bisa tetap berkontribusi. Karena dari survei, indeks ekspektasi konsumen sudah mulai meningkat, ” sebut Ibrahim.

Menurut Ibrahim, kata kunci proses recovery adalah penanganan kesehatan melalui vaksinasidan disiplin protokol Covid-19 menjadi prasyarat utama pemulihan ekonomi ke depan.

“Sebenarnya itu saja tidak cukup sehingga diperlukan kondisi tambahan yang kita formulasikan dalam empat langkah,” papar Ibrahim.

Kondisi tambahannya yaitu: pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial hingga digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.

“Sudah ada beberapa langkah sinergi dari KPW BI Sumut bersama Pemerintah Daerah bagaimana mempromosikan wilayah kita baik dari investasi maupun dari potensi perdagangan dan lainnya. Ini tetap berlanjut kita lakukan bersama Pemerintah Daerah,” papar Ibrahim.

Dari sisi realisasi investasi di Provinsi Sumut aku Ibrahim, memang tidak banyak perubahan dibanding kwartal sebelumnya dimana investor negara Singapura paling dominan disusul Hongkong, Malaysia, Belanda dan Korea Selatan.

(Ariansyah Lubis)

Artikel Terkait

Berita|Medan|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami