Uji Nyali Promo Minyak Goreng Murah di Medsos Berbuntut Tipuan?



Kabupaten Solok, Bidikkasusnews.com - Seakan negeri penuh dagelan, tatkala Nusantara ini dipenuhi tanaman sawit, termasuk perkebunan  sawit terbesar di dunia, akan tetapi bahan baku CPO yang jadi cikal bakal minyak goreng dijual dnegan harga tinggi. Jika sebelumnya sempat sulit di pasaran bahkan menghilang, setelah rebut-ribut lalu beredar di tengah masyarakat harganya meroket hingga dau tiga kali lipat dari harga biasa. Sebagai perbandingan, sebelumnya isi 2 liter seharga Rp24 ribu, kini meningkat tajam jadi Rp.52 ribu. Isi 5 liter dnegan derigen semula dibanderol kisaran Rp.100 ribu, kini melonjak Rp.225 ribu. 

Rakyat memekik…apalagi pedagang gorengan terancam gulung tikar. Ditengah kemelut ini, hadir pula penipu yang berotak garong. Di saat bulan Ramadhan, melalui media sosial, sengaja menebar informasi dengan iming-iming bulan promosi. Ini Ramadhan, bulan puasa, bulan tempat manusia yang di campakkan ke bumi untuk beribadah dan berbuat amal. Namun berbeda dengan manusia bejat tak bermoral, seolah-olah hidup tidak akan mati, tega-teganya menipu orang yang lagi berpuasa. “Dalam chatingnya memakai kata-kata agama, berdagang di mulai niat baik, kejujuran, professional…dan seterusnya, tahunya menipu”,ucap uncu warga Solok yang tertipu.

Disebutkan Uncu, semula memang ada keraguan kok bisa mereka menjual minyak goreng jenis Bimoli kemasan 2 ltr /dus isi 6 bh seharga Rp80.000. Selain berharap dan coba-coba, meski tidak yakin walau sedikit bertaruh, dioredrlah dua dus dengan total pembelian Rp.160.000 free ongkir. “Saya pesan hari Ahad, 11/4 estimasinya dua tiga hari, sekarang sudah 14/4 barang yang ditunggu tak kunjung datang. Saya yakin ini tipuan, tapi saya coba juga, setidaknya uang yang mereka makan saya sumpahi dan mereka terlaknat makan duit haram orang yang tak redha”,tukuknya lagi sembari menyodorkan nomor penjual 0815.2448.9828 dari Jl.MT.Haryono, no.477-478, Jagalan, Kec.Semarang Tengah, Kota Semarang.

Ditambahkan Uncu, dua hari berselang pasca pembayaran, tepatnya Selasa, 12/4, ia ditelpon lewat no +6011.2648.4732, menanyakan keabsahan alamat dirinya. “Memang benar bapak yang mesan minyak goreng dengan alamat sesuai order (dibacakan satu persatu-red), tahunya ia bilang, minyak ini seludupan tanpa PPh, jika mau ngambil, ada jaminan Rp2 juta, uang bapak akan dikembalikan. Setelah proses diselesaikan, dalam jangka dua jam, pesan sudah sampai dirumah…alamak, segitu kali modusnya setelah rugi Rp160.000 lalu ditambah Rp2 juta lagi”,tutur Uncu senyum dikulum. Bahkan dalam kiriman Whatsapp nya disertai pula tangkapan layar barang sitaan minyak goreng oleh polisi. Modus persekongkolan ini terbaca dari yang penjual nomor berbeda dengan penghubung konsumen.

Dijelaskan Uncu, uji nyali dan bertaruh ini memang sengaja ia lakukan. Seandainya ia ketipu, niscaya praktek bejat penipu ini akan ia ungkap ke khalayak ramai agar jangan sampai yang lain tergiur.  Selanjutnya No.rek BRI atasnama Sona Nadeak 0693.010000538 akan dilaporkannya ke pihak berwajib. Sedapatnya pihak BRI, secara online dapat pula melacak dimana alamat pemelik Norek ini.

(way)

Artikel Terkait

Berita|Sumbar|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami