Akhirnya Pelaku Terduga Penyelewengan BLT DD di Desa Damuli Kebun Menampakkan Diri setelah di laporkan ke APH


Labura, Bidikkasusnews.com - Setelah ramai di dalam pemberian di beberapa media terkait Lembaga swadaya masyarakat pemantauan kinerja aparatur negara pembaharuan nasional (LSM PENJARA PN) Dewan pimpinan cabang (DPC) Kabupaten Labuhanbatu Utara telah melaporkan Kepala Desa Damuli Kebun Ali Maksum Tanjung S,Ag ke Aparat penegak hukum Kapolda Sumut Cq Irwasda, Cg Dirreskrimsus, Cq Kabid Propam, Cq Polres Labuhan Batu, pada hari Jumat,(30/09/2022) yang lalu. Terkait dugaan penyelewengan BLT DD dan pelaku terduga pemalsuan tanda tangan si penerima di Laporan pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai bulan April, Mei, dan Juni 2022.

Akhirnya menampakkan diri dengan mendatangi rumah Suliah si penerima bantuan tersebut Rabu malam 4/10/2022 sekira pukul kurang lebih 19. 00 Wib. Januardi alias Digung kepala Dusun IIA bersama kedua rekannya perangkat Desa Damuli Kebun, dengan modus akan memberikan uang Rp 900.000 ke pada Suliah dengan alasan saat pembagian BLT DD di tangal 23 Agustus 2022 uang di bank keabisan dan dengan berbagai alasan lainnya sehingga terjadi keterlambatan dalam penyaluran.

Suliah seorang janda yang bersama anaknya Nurhayati yang merupakan janda memiliki Tiga orang anak saat di konfirmasi awak media menjelaskan dan mengulangi pembicaraan mereka dengan Januardi alias Digung kepala Dusun IIA bersama kedua rekannya perangkat Desa Damuli Kebun, Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara di kediamannya Rabu. (5/10/2022). Sebagai berikut.

"Dia mau kasih uang itu katanya kemaren itu keabisan uang di bank gitu katanya, kubilang kok kehabisan uang di bank kenapa sudah ada tanda tangan si penerima di situ. Terus Digung bicara sama orang si Nur anak saya,. Apa rupanya nampak di situ sudah di teken, udah tekenan siapa tanyak Kepala Dusun, ya gak tau tekenan siapa memang di situ udah ada tekenan tapi bukan tekenan mamak jelas anak aku. Betul buk tanyak Kepala Dusun. Iya betul orang memang aku gak ada tanda tangan jelas saya. Selama pak mantan gak menjabat lagi saya mana ada datang ke kantor.

Kemudian Digung kepala Dusun menjawab itu keteledoran kami maaf lah karena semalam ada kekurangan uang dari bank jadi mangkanya ini lah baru di ambil baru di kasih.' Kalau ada terlambatan uang di bank, gak mungkin bank sampai abis duit tak bilang gitu.'

Yang mau di kasih ya Sembilan ratus itu gak ku terima. Aku gak mau menerima uang itu aku udah terlanjur ngomong sama bapak itu.' Gak papa itu lo wak katanya,' Ah gak mau aku tak bilang, Biar nanti aku yang ngomong sama dia, gitu di bilangnya kan,' sekarang gini aja kamu aja ngomong langsung sama orang itu jangan aku,' kubilang karena aku sudah mintak tolong sama dia bagaimana jalan yang terbaik buat aku, orang itukan hak aku.' Diem dia.

jadi kubilang sama Heri kok bisa ya Om apa lah salah ku sama kalian, kurasa aku gak pernah la aku buat salah kok bisa ya kayak gitu,' Tau sendiri kan kalau kondisi aku itu memang butuh tapi janganlah, itukan rejeki yang di beri sama Allah melalui pemerintah untuk aku jadi kenapa bisa sama orang lain, kalau orang lain itu misalnya kehidupannya lebih parah dari aku ya gak papa yang penting aku tau siapa orangnya.'Kubilang.

"Kalau ada orang datang ke rumah kami bilang kayak gini.' Rumah gak layak pakai.' Aku pun sedih lo tapi nyatanya memang benar.' Kubilang. Cobaklah kalian tengok ujan terus kayak gini, semen kami sudah pecah-pecah karna basah kamu tega yah.' Aku bilang gitu. Tega sekali kamu gak takut kamu ya ajab itu akan datang di belakang kalian.' Aku bilang kayak gitu, aku bukan orang seneng, aku orang susah.'

'Tarok la ya aku seneng tapi kan di rumahku ada 3 orang terlantara, kubilang itu yang harus kau tanggung jawapi, aku mendapatkan rezeki bukan mau ku makan sendiri tiga anak yang perluh biaya sekolah entah apa segala macam. Tapi kalian tega sampai menangis aku semalam tediam orang itu pak." Jelas Suliah sembari memperagakan percakapannya dengan Januardi alias Digung kepala Dusun IIA bersama kedua rekannya perangkat Desa Damuli Kebun. 

Lanjut awak media mengkonfirmasi Januardi alias Digung kepala Dusun IIA Desa Damuli Kebun, via telpon terkait kehadirannya di rumah Suliah Rabu soreh yang akan memberikan uang Rp 900.000, Januardi hanya menjawab salam wartawan dan enggan menjelaskan kejadian saat ia dan kedua rekannya menyambangi rumah Suliah.

" Ha sehat apa itu bang." Jawab Januardi Kepala Dusun IIA Desa Damuli Kebun tanpa menjawab berbagai pertanyaan wartawan lainnya.

(Muhammad Yusup harahap) 

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami