Toba, bidikkasusnews.com - Puluhan tahun Ambar Lintongnihuta Tampahan beralih fungsi dan sebagian lagi sudah menjadi semakin belukar akibat ditinggalkan masyarakat petani yang mengolah sawahnya.
"Sudah puluhan tahun sawah Ambar beralih fungsi dan semak,seingat saya pada bulan 6 Tahun 1999 yang lalu terakhir kami mengambil padi dari Ambar ini",ujar br Simanjuntak (62 Thn) ,Sabtu 14-02-2026 di Ambar yang beralih fungsi.
"Kami berharap Pemkab Toba dapat membangun kembali irigasi Ambar yang tertutup material dan masyarakat kembali menghidupkan lahan sawah yang beralih fungsi seperti harapan Presiden RI mengejar swasembada pangan"tambah br Sinaga (73 Tahun) yang turut membuka lahannya yang terbengkalai selama puluhan tahun.
Menurut mereka panjang bondar/irigasi Ambar yang tertutup oleh material ada sepanjang 1 Km dari sumber air yang ada di depan gereja HKBP Tampahan.
Selain hal irigasi Ambar yang tertutup material,mereka juga berharap agar Bendungan yang di seputaran Ambar itu ditingkatkan bangunannya agar dapat dilalui alat mesin pertanian,imbuh mereka lagi.
Berbekal informasi tersebut,awak media ini berupaya menghubungi Kades Lintongnihuta dan camat Tampahan agar membuat proposal bantuan ke Pemkab Toba.
Menurut Camat Tampahan,Lisbeth Situmorang mengatakan setiap daerah rawan sudah kami usulkan ke Pemkab Toba,sebutnya melalui seluler.
(Mansur pardede)





Komentar