Labuhanbatu Utara, bidikkasusnews.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Diskusi dan Advokasi Masyarakat Sukarame dan Sukarame Baru (Fordam Susuba) menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Jl. Besar Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada 11 hingga 12 Februari 2026.
Aksi ini dipicu oleh dugaan sikap arogan beberapa staf perusahaan serta dugaan keterlibatan oknum petugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam konflik dengan warga setempat.
Dari selebaran yang diterima tim media, Fordam Susuba menyampaikan rentetan peristiwa yang diduga melibatkan kekerasan terhadap warga. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada 18 Januari 2026, 24 Januari 2026, 2 Februari 2026, dan 4 Februari 2026, dengan bentuk penganiayaan, pengeroyokan, hingga penculikan yang diduga melibatkan staf perusahaan dan oknum aparat.
Selain itu, warga juga mengajukan protes terkait penutupan akses jalan menuju perladangan. Jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat kini diblokir dengan pemasangan plang oleh pihak perusahaan.
Massa Fordam Susuba mengajukan tiga tuntutan utama kepada pihak perusahaan, yaitu:
1. Membebaskan warga yang diduga diculik atau ditahan
2. Mencabut plang pemblokiran jalan akses perladangan masyarakat
3. Memecat karyawan yang dinilai arogan dan represif terhadap warga
Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, manajer PT Agrinas Palma Nusantara enggan memberikan penjelasan mendalam terkait permasalahan tersebut.
Ia hanya mengarahkan awak media untuk menghubungi seseorang yang hanya dikenal dengan inisial AT, tanpa menjelaskan jabatan, hubungan dengan perusahaan, maupun wewenangnya dalam menangani kasus ini.
"Selamat pagi, konfirmasi sama AT pak," balas sang manajer.
Ketika diminta klarifikasi terkait posisi AT di perusahaan, diduga manajer enggan menjelaskan dan hanya menuliskan, "Bapak tanya aja sama beliau."
Publik menilai tanggapan manajer perusahaan tidak sesuai standar klarifikasi informasi publik, karena arahan kepada pihak yang tidak jelas posisinya memperkuat kesan bahwa manajemen menghindari transparansi dan berusaha menjauhi tanggung jawab untuk memberikan penjelasan yang jelas.
(Ricki Chaniago)




Komentar