PADANG PARIAMAN, Bidikkasusnews.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan berbasis nagari melalui pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 yang dipusatkan di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Rabu (22 April 2026).
Program strategis yang melibatkan kolaborasi erat antara Pemkab Padang Pariaman, TNI, Polri, dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah semata, melainkan digerakkan bersama demi kesejahteraan rakyat di akar rumput.
Selama 30 hari ke depan, terhitung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, kawasan nagari tersebut akan menjadi pusat aktivitas pembangunan terpadu yang menyasar berbagai sektor vital, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemkab Padang Pariaman mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 miliar dari APBD guna mendukung penuh kegiatan TMMD ini. Anggaran tersebut difokuskan untuk membiayai program fisik dan non-fisik yang dirancang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, ratusan personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Terdiri dari 35 orang satuan tugas penyelenggara serta 115 personel SSK dari berbagai matra TNI, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Polres Padang Pariaman serta partisipasi aktif masyarakat yang rata-rata mencapai 50 orang setiap harinya.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah signifikan tersebut menjadi indikator kuat bahwa program yang digagas bersama Pemkab Padang Pariaman ini benar-benar mendapat dukungan dan harapan besar dari warga setempat.
Sasaran fisik menjadi fokus utama dalam program ini. Pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2.000 meter dengan lebar 8 meter menjadi prioritas untuk membuka akses transportasi yang lebih baik dan memperlancar konektivitas antar wilayah.
Tidak hanya itu, pembangunan satu unit jembatan juga dilakukan guna mengatasi hambatan mobilitas warga yang selama ini terkendala kondisi geografis. Infrastruktur ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkab Padang Pariaman bersama TNI juga membangun enam titik gorong-gorong untuk mengantisipasi genangan air serta meningkatkan sistem drainase di wilayah tersebut, sehingga dapat mengurangi risiko banjir dan kerusakan jalan.
Program TMMD ini juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat melalui rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni serta pembangunan tiga mushola sebagai sarana ibadah yang lebih layak dan nyaman.
Tak kalah penting, penyediaan sarana air bersih dan fasilitas MCK turut menjadi perhatian utama Pemkab Padang Pariaman dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di nagari tersebut.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Padang Pariaman juga menekankan pentingnya pembangunan non-fisik melalui berbagai kegiatan penyuluhan. Mulai dari penyuluhan kesehatan, pertanian, hukum, hingga bela negara digelar untuk memperkuat kapasitas masyarakat.
Upaya pencegahan stunting serta peningkatan pelayanan administrasi kependudukan juga menjadi bagian dari agenda TMMD, menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
Program unggulan lainnya yang turut dilaksanakan meliputi pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan, penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian lingkungan, serta tambahan rehabilitasi rumah tidak layak huni melalui kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.
Sinergi yang terbangun antara Pemkab Padang Pariaman, TNI, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program ini. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD ke-128 ini menjadi simbol kuat bahwa Pemkab Padang Pariaman terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap jengkal pembangunan benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
(Andy Yones)


Komentar