Belawan, Bidikkasusnews.com - Adanya kesalahpahaman tentang pembebasan lahan tanah antara PT Belawan Indah dengan PT Sarana Baja Perkasa yang terletak di Jalan Raya Pelabuhan Kampung Salam Kelurahan Belawan II pada Kamis, 11 Juni 2026, sehingga menimbulkan kericurahan.
Kegiatan saat pembebasan memang sempat ribut dikarenakan Chandra Lubis operator alat berat dari pihak PT Belawan Indah saat bekerja nyaris mengenai salah seorang pekerja dari PT Sarana Baja Perkasa (SBP), sontak pekerja lainnya meminta operator menghentikan kegiatan tersebut dan ingin melaporkan operator Chandra Lubis ke Polres Pelabuhan.
Saat diwawancara Supriadi alias Kiboy yang akrab dipanggil sebagai mandor proyek yang dipercaya PT SBP mengatakan membantah pemberitaan di media online. " Itu semua tidak benar, kami hanya menuntut dan mau melaporkan Chandra Lubis untuk lebih berhati hati bekerja dan harus ada kernetnya", ucap Kiboy.
Tambah Kiboy, dia dan para pekerja tidak ada membawa senjata tajam,penculikan dan membawa nama OKP atau pun Ormas, seperti dalam pemberitaan media online, " Kami murni pekerja, wajarlah kalau teman sekerja kami nyaris menimpa tiang pancang yang terbuat dari cor semen tinggi sekitar 2.5 meter", jelas Kiboy.
"Operator dan kernet kami saja tetap kami ingatkan untuk tetap berhati hati demi keselamatan, kami bekerja sesuai K3 loh dan profesional", tambah Kiboy.
Sementara itu Aipda Lumbangaol saat dikonfirmasi mengatakan dia tidak ada menemukan senjata tajam dan mengatasnamakan OKP.
" Itu tidak benar bang, tidak ada sajam, dan OKP maupun Ormas, hanya ribut begitu mulut saja dan itu pun bisa kita atasi secepatnya", jawab Aipda Lumbangaol.
Bahkan Aipda Lumbangaol sebagai Bhabinkamtibmas dari Polsek Belawan bersama awak media alaminews.com yang berada di lokasi mencoba untuk menghentikan para pekerja lainnya demi keamanan.
Usai menerima penjelasan dari Aipda Lumbangaol para pekerja pun bubar dan tidak jadi melaporkan Chandra Lubis yang diketahui warga Belawan.
(SURYONO)


Komentar