Aktivis Merah Putih Nusantara; Biaya Perjalanan Dinas DPRD Toba 11 M Lebih Dinilai Tidak Punya Empati

Toba, bidikkasusnews.com - Biaya perjalanan dinas DPRD Toba T A 2026 sebesar Rp 11 Milyar lebih diperuntukkan kebutuhan anggota DPRD dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Memang biaya sebesar Rp 11 Milyar lebih untuk satu tahun terlihat besar,namun bila di bagi dengan 30 anggota DPRD Toba hasilnya sangat minim.

Bila dana tersebut dibagi 30 anggota DPRD per orangnya mendapat selama 12 bulan akan mendapat kurang dari Rp.50 juta"hal ini telah sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku,terang Sekwan DPRD Toba Hendry Silalahi diruang kerjanya Rabu,12 Agustus 2026.

Hasil yang didapat atau outputnya berupa masukan masukan ke setiap OPD yang dirangkum dalam beberapa paripurna dan penyusunan Ranperda,sebutnya lagi menerangkan ke awak media ini.

Semua terangkum dengan baik dan setiap kunjungan anggota DPRD Toba  ke daerah lainnya sudah dapat dipastikan akan diusulkan ke OPD OPD untuk dapat mencontoh keberhasilan daerah yang dikunjunginya,sebutnya.

Sekaitan dengan hal tersebut,awak media ini menyinggung pendapatan asli daerah yang stagnan dan cenderung turun kepada sekwan DPRD Toba khususnya sektor Pajak Air Permukaan(PAP)T.A 2026 yang diasumsikan sebesar Rp 1,3 M.

Pada tempat berbeda

Berlin Marpaung Aktivis Merah Putih Nusantara yang berhasil ditemui awak media ini,Kamis 13-08-2026  mempertanyakan kinerja DPRD Toba terhadap pencapaian target PAD dari sektor Pajak Air Permukaan(PAP) yang disebutnya tidak bertaring alias melempem.

Biaya perjalanan dinas yang diterima DPRD Toba belum sepantasnya diberikan, contohnya segi PAD dari sektor Pajak Air Permukaan untuk Kabupaten Toba 2025 dan 2026,ujarnya.

Pajak Air Permukaan pada Tahun 2024 yang lalu,Pemkab Toba masih menerima Rp 32 M dan pada Tahun 2025 menurun menjadi Rp 1,7 M dan pada Tahun 2026 kembali menyusut lagi Rp 1,3 M.

Dari segi mana Pemkab Toba memberikan apresiasi kepada mereka Anggota DPRD Toba dimana PAD turun?, sebutnya dengan mengeryitkan dahi.

Sepertinya,tidak ada empati wakil rakyat terhadap  rakyat yang saat ini diwakilinya menjerit akibat himpitan ekonomi dan minimnya pembangunan yang diterima daerahnya masing masing.

Sementara itu,pada sidang Paripurna DPRD Toba juru bicara Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Toba Robinson Sibarani membacakan hasil pembahasan Banggar dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Toba untuk plafon anggaran sementara P. APBD T.A 2026 disimpulkan, Pendapatan Daerah setelah pembahasan berkurang sebesar Rp.738.555.550,26 sementara Belanja bertambah sebesar Rp.6.200.847.339,43 dan Pembiayaan bertambah sebesar Rp.6.939.402.889,69.

Dengan demikian,apa hasil dari perjalanan dinas tersebut,ujarnya lagi.

(Mansur pardede)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya




VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami