Serdang Bedagai, BidikkasusNews.Com - Ditemukan nya sejumlah pelanggaran standar perawatan di avdeling 4 , PTPN IV Kebun Rambutan,Regional I,Desa Pertapaan Kabupaten Serdang Bedagai,Provinsi Sumatra Utara.menjadi tanda tanya.
Berdasarkan hasil pantauan tim media di lapangan (9/8/2026) di beberapa blok di Afdeling IV Kebun Rambutan, banyak nya pelepah bekas tunasan yang belum dibuang dan masih menumpuk di sebelah pohon kelapa sawit ,serta buah sawit yang menjamur ' di sekitaran batang pohon sawit ,hingga tumbuh menjadi pohon sawit kecil kecil di sekitaran batang pohon sawit , di tambah lagi berondolan hasil panen yang berserakan, kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan, dan menimbulkan pertanyaan bagaimana selama ini perkebunan dalam menjalankan standar perawatan.
Ada juga ketosan sawit tumbuh dengan subur antara gang sawit , selain itu sawit hasil panen tidak terangkat oleh pemanen , yang ada di paret perkebunan, Pelepah yang tidak dibersihkan serta brondolan yang dibiarkan berserakan di pinggiran pohon sawit , ini melanggar standar operasional perusahaan, nantinya berpotensi menurunkan produktivitas kebun, mengganggu pertumbuhan tanaman, serta membuka peluang kehilangan hasil (losses).
Keadaan ini tentunya akan membuat Kerugian Finansial dan Produksi kepada PTPN IV,akibat ada beberapa sebab:nantinya hal ini akan Menurunkan Rendemen CPO. Brondolan memiliki kandungan minyak (rendemen) tertinggi dibanding bagian TBS lainnya. Jika tertinggal, total produksi CPO pabrik pasti merosot,
Brondolan yang lama di tanah akan mengalami hidrolisis. Hal ini membuat kadar ALB (Free Fatty Acid) melonjak dan menurunkan kualitas minyak, dan Berkurangnya berat tonase kelapa sawit yang dikirim ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS),dan akhirnya langsung mengurangi pendapatan tanaman/kebun.
Terkait dengan apa yang terjadi nantinya akan ada Gangguan Agronomi dan Tanam:
Tumbuh Kentosan (Gulma): Brondolan yang membusuk di tanah akan tumbuh menjadi bibit liar (kentosan). Kentosan ini menjadi gulma yang berebut nutrisi dan air dengan pohon induk.
Biaya Pengendalian Membengkak: Perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyemprot atau mencabut kentosan secara manual agar piringan sawit tetap bersih.Kesulitan Panen Berikutnya: Piringan yang dipenuhi kentosan dan brondolan busuk akan menyulitkan ruang gerak pemanen pada rotasi berikutnya.
Salah seorang yang enggan di sebut namanya saat di konfirmasi di lokasi, bahwasannya saat ini asisten untuk afdeling 4 belum ada, dan di alihkan sementara kepada askep yang bernama Gusti, Gusti juga merangkap dua jabatan di perkebunan Rambutan.
Tim media online yang di dampingi Anwar tanjung dari lembaga konservasi lingkungan hidup pada waktu di lapangan telah konfirmasi kepada askep tersebut melalui Whatsap, namun tidak memberikan jawaban sama sekali. pada saat di konfirmasi melalui by whatsapp.
Hasil dari pantauan tim media di lokasi, Askep diduga ada keterlibatan mark-up anggaran perawatan tanaman pohon buah sawit di perkebunan PTPN IV, Regional I, Desa Pertapaan Serdang Bedagai yang memakan biaya perbulannya cukup lumayan besar. Diduga adanya praktek perawatan tanaman piktif, hanya sekedar mengambil dana perawatan tanaman saja, akan tetapi dalam pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan pohon kelapa sawit tidak di lakukan sesuai standart perawatan tanaman pohon kelapa sawit, cetusnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun hak jawab dari pihak askep maupun PTPN IV Regional I Kebun Rambutan, Serdang Bedagai.kami selaku Wartawan tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak PTPN IV untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, maupun penjelasan resmi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang dan akurat.
(SW.S)


Komentar