Toba, bidikkasusnews.com - Akhir akhir ini bibir pantai Danau Toba makin hari semakin menyusut dan terkesan kumuh dengan berdirinya beberapa hotel,resto maupun perumahan penduduk yang tidak terkontrol dari badan/pengelola yang bertanggung jawab terhadap Danau Toba.
Belum lama ini,sejumlah bangunan permanen berdiri dibadan air Danau Toba yang menyusut dan seakan akan Badan Otoritas Danau Toba(BODT) dan BWSS II Sumatera lepas tangan alias tutup mata terhadap hal tersebut.
Bangunan bangunan permanen yang diduga tanpa izin terus bermunculan khususnya didaerah daerah wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal seperti Lumbansilintong Balige.
Menurut informasi sebelumnya,sejumlah hotel dan resto telah mendapat teguran dari pihak berwenang seperti KPK yang bekerjasama dengan BWSS II Sumatera dan mengandeng Pemkab Toba,Namun hasilnya nihil dan dianggap hanya korek kuping bagi pengusaha maupun masyarakat pemilik bangunan tersebut,sebut salah seorang warga Lumbansilintong Balige yang meminta namanya tidak diungkapkan di media,Sabtu 29-08-2026.
Dan yang paling konyolnya lagi,sejumlah Kepala Desa atau perangkatnya hanya berani menegur dan terdiam ketika didepan matanya bangunan berdiri megah dengan alasan sipengusaha adalah orang dekat si anu yang bertugas di instansi pemerintah pusat atau mantan ASN yang masih punya taring,ujarnya.
Sementara itu beberapa masyarakat Pardinggaran merasa gerah karena ada oknum Kepala Desa yang dipilih oleh masyarakat setempat dengan ponggahnya mendirikan bangunan tembok(dyk) dibadan air tepatnya didepan bangunan pariwisata Pardinggaran Laguboti.
Ironisnya,Kepala desa yang notabene sebagai panutan malah mempertontonkan kekonyolannya dengan mendirikan tembok(dyk)dengan dalih agar air Danau Toba tidak merembes kearea bangunan pariwisata Pardinggaran Laguboti sebutnya kepada petugas monitoring Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba belum lama ini.
Anehnya lagi,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba tidak dapat berbuat karena badan air dan sempadan sungai dan Danau merupakan hak dan wewenang BWSS II Sumatera,ujar mereka kepada awak media ini,Jum'at 28-08-2026 di lokasi wisata Pardinggaran Laguboti.
Selain hal bangunan liar di badan air dan sempadan Danau Toba saat ini hampir disepanjang bibir pantai Danau Toba berserakan sampah sampah plastik berupa bekas wadah makanan maupun minuman.
Baru baru ini,awak media duduk dipinggir Danau sekitar hotel Siapa Raja sampai belakang hotel Mutiara Balige dan memesan segelas kopi.
Dibawah pedestarian Danau Toba tempat meja kursi yang diletakkan pedagang tampak dengan jelas beberapa tumpuk sampah berserakan.
Awak media ini sempat bertanya kepedagang yang ada disana"Apakah sampah sampah yang berserakan ini tidak dibuang pada tempatnya?",dengan ketus pedagang tersebut mengatakan sampah sampah tersebut wadah yang dibawa oleh pengunjung itu sendiri karena kami pedagang disini melayani pengunjung dengan wadah kami sendiri berupa gelas dan peralatan makan yang kami bersihkan kembali,ujar pedagang tersebut ke awak media ini Minggu 30-08-2026.
(Mansur pardede)


Komentar