Syukuran Terbentuk Dan Pelantikan Pengurus PWI Samosir "Menguatkan Profesionalisme Dan Integritas Pers Untuk Membangun Negeri"

Samosir, bidikkasusnews.com - Syukuran atas terbentuknya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Samosir berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan yang dilaksanakan di Joglo JTS Hotel Parbaba pada Jumat, 14-8-2026.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan insan pers dengan pemerintah, kepolisian, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Samosir.

Ketua PWI Samosir, Tumpal P. Sijabat, menegaskan bahwa syukuran tersebut bukan sekadar acara seremonial.

Menurutnya, terbentuknya PWI Kabupaten Samosir merupakan bagian dari perjalanan organisasi, di mana sebelumnya wartawan PWI Samosir masih bergabung dalam PWI Bona Pasogit.

Ketua PWI Sumatera Utara H.Farianda Putra Sinik melantik Kepengurusan PWI Samosir dan PWI Toba pada tanggal 27 Juni 2026 lalu di Parapat.

“Syukuran ini bukan acara seremonial. Selama ini PWI Samosir masih bergabung dengan PWI Bona Pasogit,” ujar Tumpal.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh anggota PWI Samosir telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen PWI untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, menyampaikan bahwa dukungan terhadap peningkatan kompetensi wartawan akan terus diperhatikan pemerintah daerah.

Immanuel mengatakan, anggaran untuk UKW akan ditampung dalam P-APBD sesuai dengan yang pernah disampaikan Bupati Samosir dalam sambutannya pada syukuran HUT PWI bulan Februari lalu.

“UKW akan ditampung di P-APBD  sesuai dengan kata sambutan Bupati pada saat syukuran HUT PWI bulan Februari lalu,” kata Immanuel.

Kapolres Samosir yang diwakili Kabag Log AKP R. Simarmata menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya syukuran PWI Samosir.

Ia menegaskan bahwa wartawan memiliki peran penting sebagai sosial kontrol di tengah masyarakat. Berbagai prestasi pemerintah maupun institusi, menurutnya, dapat diberitakan kepada publik, namun tetap harus disampaikan secara objektif dengan tidak mengabaikan kekurangan yang ada.

“Wartawan adalah sosial kontrol. Prestasi silakan dipublish, tidak terlepas dari kekurangan,” ujar AKP R. Simarmata.

Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Samosir, Tetty Naibaho, menyampaikan harapannya agar masyarakat mendapatkan pemberitaan yang berimbang.

Ia juga meminta wartawan yang tergabung dalam PWI Samosir untuk senantiasa menaati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas.

Menurut Tetty, hubungan antara pemerintah dan pers harus terus dibangun dengan baik. Setiap kritik yang disampaikan melalui pemberitaan tidak seharusnya dianggap sebagai permusuhan, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial pers.

“Pemerintah dan pers harus menjalin hubungan yang baik. Setiap kritik jangan dianggap sebagai permusuhan,” katanya.

Senada dengan itu, Ranto Limbong dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Samosir mengucapkan selamat atas terbentuknya PWI Samosir. Ia berharap kehadiran organisasi PWI tidak menjadi sekat di antara para wartawan yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik di Samosir.

“Dengan terbentuknya PWI Samosir tetap seperti biasa, akrab. Jangan organisasi menjadi pemisah antara kita sebagai pers yang bertugas di Samosir,” ujarnya.

Dian Sinaga juga menyampaikan ucapan syukur atas terbentuknya PWI Samosir. Ia memberikan semangat kepada seluruh anggota PWI agar menjaga jiwa korsa, kebersamaan serta kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Menurutnya, keberadaan organisasi pers harus menjadi kekuatan dalam menjaga profesionalisme sekaligus mempererat hubungan antar sesama insan pers.

Dukungan juga disampaikan Ketua GRIB Samosir. Ia mengucapkan selamat atas terbentuknya PWI Samosir dan berharap wartawan benar-benar menjalankan tugas secara profesional.

Ia menekankan pentingnya membedakan profesi wartawan dengan aktivis.

“Ke depan perlu wartawan benar-benar melakukan tugas secara profesional, membedakan wartawan dengan aktivis, penting sekali wartawan bertugas di Samosir ini,” ujarnya.

Sementara itu, Tumbur Habeahan dari SPSI Samosir menyampaikan ucapan selamat dan berharap PWI Samosir terus sukses dalam menjalankan tugasnya.

Mengajak para pemuda yang berada di berbagai organisasi untuk terus berperan aktif dalam berbagai bidang.

“Sukses terus PWI Samosir. Kita sebagai pemuda, di berbagai organisasi, harus berperan aktif di segala lini,” kata Tumbur.

Pemerhati pariwisata Samosir, Timbul Sinaga, mengatakan terbentuknya PWI Samosir merupakan sebuah langkah kecil yang harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan informasi apa yang perlu disampaikan kepada publik. Karena itu, keseimbangan dalam pemberitaan menjadi hal yang sangat penting.

“Langkah kecil yang kita mulai ini adalah pengabdian. Apa yang perlu kita sampaikan kepada publik, melalui jembatan media di sini harus ada keseimbangan pemberitaan,” ujar Timbul.

Selain menjadi wadah profesionalisme wartawan, PWI Samosir diharapkan mampu menjaga kebersamaan insan pers, menjunjung kode etik jurnalistik.

Dengan terbentuknya PWI Samosir, insan pers diharapkan semakin profesional dalam menjalankan fungsi informasi, edukasi dan kontrol sosial demi kepentingan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Samosir, tutup Timbul Sinaga.

(BHS)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya




VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami