Samosir, bidikkasusnews.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. bersama rombongan hadir di kabupaten Samosir dalam rangka kunjungan kerja.
Kapolda bersama Pemerintah Kabupaten Samosir melaksanakan penanaman bibit bawang putih di Desa Maduma, Kec. Simanindo, Kab. Samosir hari ini Rabu, 9-8-2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman serentak di 17 provinsi dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.
Kapolda Sumut melalui Dir Binmas, Kombespol Afriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Hal ini dilakukan guna mendukung program Asta Cita Presiden, yaitu swasembada pangan, khususnya bawang putih,” kata Afriadi.
Menurutnya, di wilayah hukum Polda Sumut terdapat sejumlah polres yang turut melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak, yakni di Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Humbang Hasundutan, Toba, Mandailing Natal, dan Samosir.
“Luas lahan yang ditanam sekitar 10,5 hektare. Pada bulan November akan dilaksanakan panen bersama, termasuk di Samosir,” ujarnya.
Afriadi menjelaskan, program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan kelompok tani. Lahan yang digunakan merupakan lahan milik masyarakat.
“Polri bersama Dinas Pertanian berkolaborasi untuk mempercepat dan memastikan potensi lahan dapat dioptimalkan sehingga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, mengatakan Kabupaten Samosir mendapat alokasi dalam program swasembada bawang putih nasional.
Pemkab Samosir, kata Tumiur, juga telah mengalokasikan bantuan melalui APBD berupa pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Selain itu, pihaknya menurunkan tim dari Dinas Pertanian serta menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memberikan pendampingan kepada petani.
“Ini merupakan komitmen yang telah dilakukan Pemkab Samosir melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir,” ujar Tumiur.
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup sejumlah bantuan dan pendampingan kepada petani, mulai dari bibit bawang putih, bantuan traktor, pupuk, hingga pendampingan dari tenaga ahli.
Dalam skema tersebut, petani berkewajiban menanam dan merawat tanaman hingga menghasilkan bibit kembali. Hasil produksi petani nantinya telah memiliki pasar karena akan dibeli oleh Kementerian Pertanian menggunakan dana APBN.
“Petani harus menanam dan menjaga tanaman tersebut sampai menjadi bibit kembali. Hasilnya sudah ada pasarnya dan akan dibeli oleh Kementerian Pertanian menggunakan dana APBN, kemudian dikembalikan lagi kepada petani untuk ditanam selama dua tahun. Dengan demikian, petani akan tetap menanam di lokasi ini,” jelasnya.
(BHS)



Komentar