Soroti Kerusuhan Jakarta 27 Agustus, IPW Dorong Polda Metro Usut Dalangnya

Jakarta, bidikkasusnews.com - Kerusuhan pasca demo dijakarta pada 27 Agustus 2026 lalu hingga saat ini masih menjadi sorotan publik dan berbagai pihak, pasal nya siapa Dalang atau aktor intelektual di balik kerusuhan itu belum ada titik terang nya sampai sekarang 

Kali ini datang nya dari Indonesia Police Watch ( IPW ) yang menyoroti nya, IPW sendiri menilai, melihat kerusuhan tersebut diciptakan oleh pihak ketiga atau aktor intelektual yang sengaja ingin menciptakan situasi tidak kondusif. 

Dan Sugeng Teguh Santoso selaku ketua IPW meminta dan mendorong terus pihak Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik nya.

" Kami dari IPW mendorong kepolisian dari Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas siapa dalang di belakang tindakan kerusuhan, perusakan fasum, upaya membenturkan masyarakat dengan petugas polisi, dan harus dilakukan penelusuran dari mana mereka secara masif mendapatkan obat jenis Tramadol tersebut " Kata nya dalam keterangannya kepada wartawan, (05/09).

Sugeng menyebutkan, hasil dari analisa IPW sendiri, adanya kesamaan pola pada aksi tersebut dengan hari dan tanggal yang sama.

Dari hasil analisis IPW, Sugeng menyebut adanya kesamaan pola pada aksi 27 Agustus 2026 dengan peristiwa di tanggal yang sama pada 2025.

Dia mengatakan dari Kesamaan itu adalah adanya kelompok kelompok yang memang datang ke sekitar gedung DPR RI bukan untuk menyampaikan aspirasi, melainkan untuk membuat rusuh dan dengan sengaja melakukan perusakan dan membenturkan diri mereka dengan petugas Kepolisian.

Dari catatan IPW, ada dua gelombang demo yang berbeda, Demo sebelum Pukul 18.00 Wib yang sudah membubarkan diri yaitu massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu ( AMPB ) dan kelompok mahasiswa.

Kedua kelompok ini adalah pendemo yang melakukan demo dengan tertib dengan menyuarakan tuntutan pemberantasan Korupsi serta mendesak disahkannya RUU Perampasan Aset.

Dan Penyampaian pendapat di muka umum ini disampaikan dengan lantang, tetapi tidak terjadi satu kerusuhan apapun.

Sedangkan lanjut Sugeng setelah Pukul 18.00 Wib gelombang kedua datang, pendemo ini yang terdiri dari anak muda hingga kelompok yang diduga ormas yang terorganisir datang dan turun di jalan.

" Oleh karenanya, IPW melihat adanya pihak ketiga atau aktor intelektual yang berupaya menciptakan kondisi tidak aman " Ucapnya.

" Dengan tujuan ingin membenturkan antara kelompok masyarakat sipil ini dengan aparat keamanan yang berjaga dan mengamankan demo serta bentrokan horizontal sesama kelompok masyarakat sipil " Lanjutnya.

Peristiwa ini diduga adanya skenario dari pihak tertentu untuk memancing polisi melakukan tindakan kekerasan eksesif pada kelompok perusuh sehingga terdapat justifikasi adanya pelanggaran HAM yang akan dialamatkan pada Polisi.

Sugeng juga mengingatkan pola pola gangguan keamanan publik yang terskenario akan terus terjadi dengan menunggangi dan menumpang pada momen demo menyatakan pendapat dimuka umum yang murni dilakukan oleh kelompok masyarakat dan mahasiswa memiliki kehendak baik.

" Dan IPW mendorong kepolisian dapat menjaga dan melindungi pernyataan pendapat di muka umum oleh masyarakat dan juga masyarakat serta mahasiswa yang akan demo dapat menjaga soliditas kelompoknya dari penyusupan agenda agenda kelompok yang akan merusuh " Terang nya.

Sugeng juga menilai untuk penyampaian pendapat di muka umum adalah satu keniscayaan yang tidak boleh dibatasi dalam negara demokrasi. 

" Oleh karena itu kepolisian harus menjaga masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum agar menjalankan aspirasinya dengan aman, bisa terlaksana aman, tidak disusupi oleh kelompok kelompok perusuh " Pungkas nya.

Dan Melalui Ketua nya, dalam hal ini juga IPW menyinggung atas kekerasan yang di alami Bambang Setiawan hingga tewas itu yang dilakukan kelompok sipil pada peristiwa kerusuhan itu, IPW juga meminta Polisi untuk segera menuntaskannya.

" hasil investigasi IPW terdapat 42 polisi terluka dan 12 warga terluka dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

Peristiwa ini harus diusut, termasuk keberadaan ormas di lokasi pada malam hari juga harus diusut " Ungkapnya.

Sugeng juga mengungkap hasil investigasi terkait massa perusuh yang diamankan oleh pihak kepolisian. Ada indikasi, para perusuh ini mengonsumsi obat keras jenis Tramadol yang memicu agresivitas.

Tampak jelas memang tujuan mereka bukan menyampaikan pendapat di muka umum tapi melakukan kerusuhan.

Disamping itu ditemukannya senjata tajam, golok yang berjumlah lebih dari 30, ketapel, airsoft gun, dan juga ditemukannya 200 lebih botol kaca yang diduga untuk digunakan sebagai molotov bersama 12 jeriken bensin " Tutur Sugeng.

Dari hasil pernyataan dan penilaian IPW, Polda Metro Jaya harus mendalami kelompok tersebut, termasuk jejak komunikasi para pelaku untuk mengungkap siapa aktor intelektual di belakangnya, termasuk kemungkinan pengiriman dana.

" Ya harus di dalami juga " Sebut Sugeng, lebih lanjut dia juga mengatakan termasuk WA grub kelompok perusuh yang datang, dan Polda Metro juga di minta untuk menyita alat komunikasi mereka.

" Apakah ada kelompok yang menggerakkan, bahkan mungkin mendukung dengan pengiriman dana melalui aplikasi aplikasi penerimaan dana selain dari pada perbankan," Pungkas nya.

( INDRA SARAGIH )

Artikel Terkait

Berita|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya





VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami