Mahasiswa USU Kembangkan Gagasan Teknologi untuk Prediksi DBD, Pemetaan Kecelakaan, dan Pemerataan Pendidikan

Medan, bidikkasusnews.com - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), Ronny, bersama tim mengembangkan sejumlah gagasan teknologi untuk membantu menjawab persoalan kesehatan, keselamatan transportasi, dan kesenjangan pendidikan di Indonesia. Gagasan tersebut dikembangkan melalui pemanfaatan big data, Internet of Things (IoT), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan machine learning.

Salah satu karyanya adalah Climate Health Sentinel, gagasan pemanfaatan big data satelit, jaringan sensor IoT, dan digital footprint untuk mendukung prediksi wabah demam berdarah dengue (DBD). Karya tersebut berangkat dari kebutuhan pemantauan risiko wabah yang lebih cepat dan berbasis data.

Ronny juga mengembangkan PROOF WAY bersama tim. Karya tersebut memanfaatkan SIG, blockchain, dan machine learning untuk memetakan titik rawan kecelakaan secara dinamis. Gagasan ini diarahkan untuk membantu pengelolaan informasi keselamatan transportasi secara lebih transparan dan aman.

Di bidang pendidikan, Ronny mengusulkan perangkat lunak pemetaan infrastruktur pendidikan nasional berbasis data geospasial melalui SIG. Gagasan tersebut dikembangkan untuk membantu mengatasi kesenjangan pendidikan antardaerah.

“Bagi saya, kesehatan adalah persoalan yang paling genting karena ketika seseorang sakit, baik secara fisik maupun mental, produktivitasnya akan terganggu. Setelah itu, pendidikan dan ekonomi juga perlu diperhatikan karena saling berkaitan,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, teknologi seperti pemetaan dan analisis data dapat membantu menyediakan informasi yang lebih cepat serta mendukung pengambilan keputusan. Namun, ia menekankan bahwa penggabungan teknologi perlu memiliki fungsi dan alur yang jelas agar solusi yang dikembangkan tetap realistis.

Ia menilai, pengembangan inovasi perlu dirancang sejak awal agar dapat direalisasikan. Proses tersebut mencakup riset awal, perencanaan pengembangan teknologi, uji coba atau simulasi, hingga pengumpulan masukan dari kelompok sasaran.

“Ketika membuat gagasan atau karya tulis, kita harus memikirkan apakah karya itu bisa direalisasikan. Bukan hanya futuristik, tetapi juga perlu dipikirkan langkah selanjutnya agar dapat dikembangkan,” ujar Ronny.

Bagi Ronny, kolaborasi menjadi kunci agar gagasan riset tidak berhenti sebagai karya ilmiah. Ia berharap mahasiswa, pemerintah, lembaga kesehatan, industri, dan pemangku kebijakan dapat bekerja sama dalam mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap karya mahasiswa dapat menjadi solusi, program, atau masukan kebijakan. Penyelesaian masalah di Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dan saya siap berkontribusi di dalamnya,” tutup Ronny.

(Red)

Artikel Terkait

Medan|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya






VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami