MASYARAKAT KABUPATEN SOLOK TELAH CERDAS, Sosok Muda Pemimpin Masa Depan Jadi Idola

 




Arosuka - Bidikkasusnews.com - Mata masyarakat Kabupaten Solok sepertinya mulai "terbuka". Kini, masyarakat pun juga mulai jeli dan lebih mengedepankan nurani ketika akan memilih sosok yang akan dipilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Solok. Sosok Muda Pemimpin Masa Depan Jadi Idola mereka untuk lima tahun mendatang.

Dari pantauan wartawan media ini, kini masyarakat di Kabupaten Solok mulai selektif dalam memilih kriteria sosok yang pantas untuk menjadi pemimpin di bumi yang kaya potensi Sumber Daya Alam Pertanian dan Pariwisata itu.

Dari wawancara yang dilakukan wartawan media ini terkuak fakta bahwa kriteria yang menjadi tolak ukur sebagian masyrakat dalam memilih tsosok calon pemimpin tak hanya memperhatikan perspektif  dari satu aspek saja.

Hampir rata-rata masyarakat yang diwawancarai wartawan media ini menyatakan, dalam memilih pemimpin perlu mendalami calon pemimpin tersebut dari beragam aspek. Baik itu dari sisi kelebihan maupun dari kekurangannya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ir. Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam, Selasa 13 Oktober 2020 mengatakan, setidaknya ada beberapa kriteria yang seharusnya dimiliki oleh calon yang akan memimpin Kabupaten Solok untuk lima tahun mendatang.

Yang paling penting sekali kata Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam, seorang calon pemimpin kabupaten Solok punya pribadi yang bagus, tidak suka marah-marah, apa lagi menyerang calon lain dengan cara-cara tak terpuji.

"Mudah-mudahan tak ada calon bupati Solok yang punya tabiat yak terpuji seperti ini. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan imam atau pemimpin yang adil itu untuk meluruskan yang bengkok, membimbing yang zalim, memperbaiki yang rusak, membela yang lemah, dan pelindung yang teraniaya. Jadi bagaimana ia akan terpilih bils tidak mempunyai sifat-sifat terpuji seperti ini," kata Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam sambil melempar senyumnya.



Dikatakanya, hubungan seseorang yang akan menjadi pemimpin dengan orang yang akan dipimpinnya harus terjalin dengan baik, agar terciptanya rasa aman dan damai di kabupaten Solok. Bagaimana ia akan menjadi pemimpin, bila di awal-awal dia sudah merusak hubungan dengan sikap-sikapnya yang kurang terpuji," kata Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam yang kembali tersenyum untuk kedua kalinya.

Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian Darmasraya ini, seorang pemimpin yang baik bukan hanya memerintah orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan, atau lebih banyak marah-marah. Tetapi pemimpin yang baik harus bisa terjun langsung ke lapangan untuk memberikan contoh yang konkret kepada rakyatnya. 

"Menjadi seorang pemimpin harus benar-benar berbaur dengan masyarakat, pemimpin harus mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat dan bukan harus mendengarkan kata-katanya," terang Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam, namun ia kembali melemparkan senyum, seakan mengisyaratkan ada colon pemimpin kabupaten itu yang punya tabiat buruk seperti itu.

Ditambahkanya, pemimpin yang baik akan berkomunikasi dan mempertimbangkan apa yang jadi keinginan masyarakatnya, Dan bukan malah apa yang menjadi keinginannya.

Untuk itu, selaku tokoh ninik mamak sekaligus pemerhati daerah, Afdal Jp. Tamsin berharap agar masyarakat memilih pemimpin yang dapat menjadi pemimpin pemberi arah yang mengayomi, melayani, bukan pemimpin untuk dilayani. 

"Kita butuh pemimpin yang memiliki visi dan misi yang berpihak kepada peningkatan ekonomi kerakyatan, responsif. Seorang pemimpin yang bisa selalu tanggap dalam setiap persoalan kebutuhan yang menjadi harapan rakyatnya. Pemimpin yang beriman, berkepribadian baik (integritas), dan memiliki keahlian memimpin atau skill of leadership," imbau Afdal Jp. Tamsin, Dt Indo Alam.

Oleh karena itu, kata dia menambahkan, masyarakat tentunya haruslah dinamis dan selektif dalam menentukan ke cenderungannya memilih pemimpin melalui diskusi dan bedah calon, mana sosoknya yang mungkin bisa dipercaya menerima amanah untuk daerahnya lebih baik. 

"Memilih pemimpin itu adalah memilih kepribadian calon dan track recordnya. Jika ada satu saja cacat moralnya, tentu tidak dipilih, apalagi jika calon tersebut angkuh dan sombong. Karena pemimpin di Minangkabau itu adalah yang tumbuh dari akar budaya. Tau ereng jo gendeng. Bukannya sakalamak paruiknyo sajo," ajak Datuak Rj. Indo Alam itu penuh harap. 

(Am Charlen)

Artikel Terkait

Berita|Sumbar|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami