Toba, bidikkasusnews.com - Ratusan hektar (Ha) sawah di Desa Jonggimanulus, Desa Dolok Nauli (Parmaksian) dan sebagian lagi Desa Galagala Pangkailan(Porsea) terancam gagal tanam.
Pasalnya,Embung Tanjungan yang berada di Desa Jonggimanulus Kecamatan Parmaksian menjadi surut,padahal embung tersebut merupakan satu-satunya sumber air yang mengairi persawahan di tiga desa dari dua kecamatan.
Menurut penjelasan Kadus II Desa Jonggimanulus ,Horas Manurung yang mendampingi awak media ini ke lokasi embung Tanjungan"Akhir akhir ini memasuki musim tanam di tiga Desa kesulitan air untuk persawahan dan hanya embung Tanjungan inilah satu satunya sumber air untuk persawahan"terangnya kepada awak media ini,Sabtu 31-01-2026.
"Embung Tanjungan ini merupakan embung tadah hujan sehingga saat musim kering akan menjadi susut,sementara sumber air yang mengalir ke embung Tanjungan ini tidak ada",sebutnya lagi.
Sebelumnya,Embung Tanjungan ini memiliki kedalaman hingga 10 meter,namun saat ini hanya setengah meter dari dasar embung ini,imbuhnya lagi.
Dalam hal ini,Horas Manurung dan sejumlah warga lainnya yang berprofesi petani sawah berharap agar Pemkab Toba dan Pemerintah pusat dapat mencari solusinya agar para petani di tiga Desa kembali mengolah sawahnya kembali.
Jarak antara sumber air yakni Sungai Asahan dengan embung Tanjungan ini kurang lebih 2 Km dan yang paling dekat yaitu 450 M berasal dari tempat penampungan air peternakan binaan TPL.
Sebenarnya,usulan demi usulan sudah kami sampaikan ke beberapa anggota DPR,baik dari pusat maupun daerah bahkan keluhan kami ini sudah kami sampaikan juga ke TPL sebelum ditutup,namun jawaban belum ada yang jelas,tambahnya Horas Manurung lagi.
(Mansur pardede)





Komentar