Para Pelaku Ekonomi Meminta Pemerintah (Dinas Perhubungan) Segera Mengaktifkan Kembali Layanan Pelayaran/Penyeberangan Ambarita - Ajibata


Samosir, bidikkasusnews.com - Pasca peristiwa jatuhnya 1 unit mobil jenis Avanza dari KMP Ihan Batak beberapa waktu uang lalu ke Danau Toba, yang mengakibatkan 1 orang penumpang mobil meninggal dunia (Senin, 31-5-2021), 7 hari setelah kejadian pelabuhan Ambarita, Samosir tampak sunyi.

Pantauan awak media hari ini Minggu, 6-6-2021 hal tersebut terjadi karena KMP Ihan Batak belum beroperasi, menunggu proses pemeriksaan dari Kepolisian.

Sebelum kejadian, pelabuhan Ambarita ramai dikunjungi warga yang akan menyeberang ke Ajibata dan sebaliknya.

Aktifitas masyarakat Ambarita dan para pelaku ekonomi juga sebagian terpusat dilokasi pelabuhan.

Sebelum pemerintah membangun pelabuhan Ferry, aktivitas perekonomian dilokasi tersebut sangat kurang mendukung.

Tak dipungkiri pelabuhan penyeberangan Ambarita menuju Ajibata membuat perekonomian masyarakat di desa Ambarita khususnya disekitar pelabuhan Ambarita semakin meningkat semenjak diresmikannya pengoperasian pelabuhan ini oleh kepala negara bapak Ir. Joko Widodo pada tahun 2019 lalu hal ini jelas disampaikan oleh saudara Jendri Manik sebagai pelaku ekonomi yang selama ini berprofesi sebagai penarik becak Wiasata di pelabuhan Ambarita.

Jendri Manik yang sesuai penuturannya bahwa beliau turut membantu penyelamatan penumpang mobil Avanza yang terjebur ke Danau Toba dari atas KMP Ihan Batak.

Disampaikan pula olehnya : "bahwa beliau sebagai yang mewakili banyak masyatakat yang saat ini menggantungkan mata pecahariannya di sekitar Pelabuhan Ambarita, meminta agar aktifitas pelayaran/penyeberangan Ferry Ambarita - Ajibata dapat segerah di aktifkan kembali.

(Bastian Simbolon)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami