Kutacane, bidikkasusnews.com - Yayasan Anak Bangsa, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Usman Safri Kutacane, Aceh Tenggara, kembali mewisuda sebanyak 87 mahasiswa/i tahun Akademik 2025/2026. Acara wisuda berlangsung di Aula Kampus setempat, Sabtu (17/01).
Ketua STKIP Usman Safri Kutacane, Ati Rosmiati S.S, M.Pd, mengatakan wisuda tahun Akademik 2025-2026, adalah wisuda ke enam yang diselenggarakan Yayasan Anak Bangsa STKIP Usman Safri Kutacane.
Dia menjelaskan, puluhan wisudawan tersebut terdiri dari 69 mahasiswa lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan 18 wisudawan dari lulusan Prodi Bahasa Inggris
“Wisuda hari ini adalah penyelenggaraan wisuda yang ke enam di STKIP Usman Safri,”katanya.
Ati berpesan agar mahasiswa lulusan yang di wisuda mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menjadi mahasiswa di STKIP Usman Safri Kutacane kepada masyarakat. Khususnya masyarakat Aceh Tenggara.
"Mahasiswa lulusan mengabdi dan junjunglah tinggi ilmu pengetahuan dan berguna masyarakat,"tuturnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, sejak berdirinya Yayasan Anak Bangsa STKIP Usman Safri Kutacane tahun 2011 telah mewisuda sebanyak 600 mahasiswa lulusan dari berbagai prodi jurusan pendidikan.
Disamping itu, Ketua Yayasan Anak Bangsa STKIP Usman Safri Kutacane, Sunawardi, M.Si., menyampaikan ucapan terimakasih kepada orang tua mahasiswa/i lulusan yang telah mempercayakan anak mereka untuk menimba ilmu di STKIP Usman Safri Kutacane.
"Kami sudah semaksimal mungkin melaksanakan tugas kami dan Insya Allah mereka sudah kembali dengan menyandang predikat gelar sarjana pendidikan," kata Sunawardi.
Sementara, Bupati Aceh Tenggara, H.M Salim Fakhry yang diwakilkan melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan, Drs. Muhammad Ridwan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada STKIP Usman Safri Kutacane yang telah banyak menempa putra-putri Aceh Tenggara mendapatkan gelar sarjana.
"Penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Civitas akademika STKIP Usman Safri Kutacane, yang telah memberi sumbangsih besar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara,” tutupnya.
(Noris Ellyfian)





Komentar