PT Barokah Jaya Bahari Minta Menteri Perhubungan, Evaluasi Kinerja OP PEL.Belawan


Belawan, Bidikkasusnews.com - PT. Barokah Jaya Bahari bergerak di Shipping Lines, Eksportir, Importir, Trucking, EMKL, Stevedoring Company, Freight Forwarding yang berkantor di Jalan Pelabuhan Raya, No. 4, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan mengalami kecewa atas pelayanan kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan tidak optimal. Rabu (22/9/2021).

“Dimana , PT Barokah Jaya Bahari akan mengalami kerugian dana mencapai Rp. 2.000.000.000.000, (Dua Miliyar Rupiah) atas kegagalan sandar kapal tongkang muatan petikemas di pelabuhan belawan”.

Sebelumnya, Pimpinan PT. Barokah Jaya Bahari telah mengikuti sistem atau mekanisme yang ada guna kelancaran sandar kapal muatan petikemas di pelabuhan belawan.

Saat itu, Kementerian Perhubungan Derektorat Jendral Perhubungan Laut melalui kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Jalan Suar No.1 Pelabuhan Belawan telah mengeluarkan surat nomor : AL.301/1/17/OP.Blw-2021.

Dalam isi surat tersebut nomor : AL.301/1/17/OP.Blw-2021 menjabarkan Sebagai alternatif solusi penyandaran berge / kapal tongkang muatan petikemas dihimbau untuk dapat dilaksanakan di terminal dermaga umum/konvensional yang beroperasi secara penuh di pelabuhan belawan sehingga terkait segala bentuk tarif layanan jasa dapat dipungut oleh PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) pada terminal tersebut dan sudah termasuk ke dalam penghitungan pendapatan konsesi eksisting yang merupakan penerima bukan pajak ditandatangi oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Cap. Marihot Simanjuntak MM pada tanggal 3 Agustus 2021, kemarin.

Tiba-tiba sore ini, pihak Otoritas Pelabuhan Utama Belawan menyampaikan kepada pimpinan PT. Barokah Jaya Bahari bahwa kapal tongkang muatan petikemas tersebut tidak boleh melakukan kegiatan sandar ke pelabuhan.

Padahal, kapal nya (Rudi Hartono) akan tiba di pelabuhan yang kini terombang ambing ditengah laut karna pihak Ototoritas Pelabuhan Utama Belawan mengatakan kapal tidak boleh melakukan kegiatan atau sandar ke dermaga pelabuhan belawan.

Saat ini, Pimpinan PT Barokah Jaya Bahari sangat kecewa atas pelayanan pihak Otoritas pelabuhan utama belawan seakan-akan menzoliminya dengan sepihak tanpa ada pemberitahuan secara resmi terkait pembatalan sandar kapal tersebut.

Padahal, Presiden Republik Indonesia mendukung kegiatan export apalagi ini adalah salah satu program Pemerintah hasil UMKM.

Kemudian, ia berharap kepada pihak Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Belawan mengambil kebijakan dan solusi karna kapal saya akan tiba di pelabuhan belawan. Ketika kapal saya akan tiba di pelabuhan saya diabaikan begitu saja tanpa ada solusi. Ujarnya Rudi Hartono Pimpinan PT Barokah Jaya Bahari yang kecewa didepan kantor OP sore ini.

Ditambahnya lagi, bagaimana pelayanan dapat maksimal, sementara kepala kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan sudah 4 (empat) bulan tidak masuk kantor.

Maka dari itu, ia berharap kepada bapak dirjen perhubungan laut, bapak menteri sekaligus bapak Presiden RI agar segera mengevaluasi kepala kantor Otoritas Pelabuhan utama Belawan ini. Ungkapnya Pimpinan PT Barokah Jaya Bahari.

Selain itu, Pimpinan PT Barokah Jaya Bahari juga mengungkapkan rasa kecewa kepada pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Belawan hingga saat ini tidak merespon maupun memberikan solusi atas hal ini.

Terkait hal tersebut, belum ada pihak Otoritas Pelabuhan Utama Belawan maupun pihak PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Belawan memberikan keterangan kepada awak media.

(Suryono)

Artikel Terkait

Berita|Medan|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami